Home
news
Prodi Arsitektur UWM Dampingi Warga Sriharjo Lestarikan Rumah Tradisional Jawa melalui Edukasi Perawatan Bangunan dan Penataan Ruang Hijau

Prodi Arsitektur UWM Dampingi Warga Sriharjo Lestarikan Rumah Tradisional Jawa melalui Edukasi Perawatan Bangunan dan Penataan Ruang Hijau

news Jumat, 2026-08-07 - 11:52:46 WIB

Program Studi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram (UWM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pendampingan dan edukasi pelestarian rumah tradisional Jawa kepada warga Dusun Butuh, Sriharjo, Bantul, Kamis (6/8). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Sangibu (Sanggar Seni Budaya Butuh) tersebut diikuti sekitar 20 pemilik rumah tradisional Jawa sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian warisan budaya sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman yang berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan Pemerintah Dusun, kemudian dilanjutkan penyuluhan yang disampaikan oleh tim dosen Prodi Arsitektur. Melalui kegiatan ini, para dosen memberikan berbagai solusi praktis untuk membantu masyarakat menghadapi tantangan dalam mempertahankan rumah tradisional yang memiliki nilai budaya, sejarah, dan ekologis.

Materi yang diberikan mencakup teknik perawatan dinding bambu (gedhek), pemeliharaan struktur kayu, serta penataan ruang terbuka hijau (RTH) di sekitar hunian. Tim dosen menjelaskan cara mengenali tanda-tanda kerusakan bangunan sejak dini, teknik perawatan preventif berbasis kearifan lokal seperti pelaburan kapur dan pelapisan tanah liat, pentingnya inspeksi berkala terhadap elemen struktur kayu, hingga penataan vegetasi yang mampu meningkatkan kenyamanan termal, kualitas iklim mikro, dan keberlanjutan lingkungan tanpa menghilangkan karakter arsitektur tradisional Jawa.

Dalam sesi diskusi, masyarakat mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam upaya melestarikan rumah tradisional. Kendala tersebut meliputi tingginya biaya perawatan, semakin terbatasnya ketersediaan material bangunan tradisional seperti genteng kripik, serta perubahan kebutuhan hunian yang mendorong penggantian dinding gedhek menjadi dinding bata. Selain itu, berkurangnya RTH dan keterbatasan waktu masyarakat dalam merawat lingkungan juga turut memengaruhi karakter ekologis kawasan permukiman.

Meski demikian, warga menyadari bahwa perawatan rutin dengan penggunaan material berkualitas, terutama kayu jati, mampu memperpanjang usia bangunan tradisional. Oleh karena itu, masyarakat berharap pendampingan dari perguruan tinggi dapat terus dilakukan untuk mendukung pelestarian rumah tradisional sebagai warisan budaya sekaligus menciptakan lingkungan hunian yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan PkM ini, Prodi Arsitektur UWM menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi bersama masyarakat. Pendampingan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan arsitektur tradisional berbasis kearifan lokal sekaligus mendukung pembangunan lingkungan permukiman yang lestari di DIY.


Share Berita