Home
news
SMA Bopkri Satu Yogyakarta Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan UWM, Bahas Program Internasional yang Lebih Terjangkau

SMA Bopkri Satu Yogyakarta Jajaki Penguatan Kerja Sama dengan UWM, Bahas Program Internasional yang Lebih Terjangkau

news Senin, 2026-08-03 - 14:59:00 WIB

Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menerima kunjungan delegasi SMA Bopkri Satu Yogyakarta (BOSA) pada Senin (3/8) di Kampus Terpadu UWM, Banyuraden, Gamping, Sleman. Pertemuan tersebut menjadi forum untuk mengevaluasi sekaligus menjajaki penguatan implementasi kerja sama internasional yang telah terbangun melalui Adelaide Education Group (AEG), dengan fokus pada pengembangan program pendidikan yang lebih terjangkau bagi siswa dan mahasiswa Indonesia.

Rektor UWM, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi BOSA ke UWM. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara UWM dan AEG telah dimulai melalui pembahasan awal pada tahun 2025 sebagai bagian dari komitmen memperluas akses pendidikan bertaraf internasional. Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas kesesuaian biaya program yang ditawarkan dengan kemampuan finansial calon mahasiswa Indonesia.

Kepala Sekolah BOSA, Catharina Evita Aprillianti, S.Kom., M.Eng., menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan UWM serta menyatakan ketertarikan BOSA untuk memperdalam peluang pengembangan kerja sama. Ia menjelaskan bahwa hubungan kolaboratif antara AIS dan AEG telah berlangsung sejak tahun 2018 dan menjadi fondasi yang kuat bagi pengembangan program-program berikutnya.

Dalam diskusi, BOSA juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang telah memfasilitasi terbangunnya kerja sama tersebut. Selain itu, BOSA menilai pentingnya menghadirkan program-program yang menarik dan relevan bagi siswa sekolah menengah atas sebagai upaya memperluas minat terhadap pendidikan internasional.

Salah satu agenda utama pertemuan adalah pembahasan program Double Degree yang diperkirakan memiliki biaya sekitar Rp230 juta. Menurut BOSA, besaran biaya tersebut masih menjadi tantangan bagi sebagian besar calon mahasiswa Indonesia. Oleh karena itu, BOSA mendorong adanya pengembangan alternatif program dengan biaya yang lebih terjangkau maupun model penyelenggaraan yang lebih fleksibel sehingga dapat menjangkau pasar pendidikan Indonesia secara lebih luas.

Di luar program yang telah berjalan, turut juga membahas peluang perluasan portofolio program AEG. Selama ini, kerja sama lebih berfokus pada program Bahasa Inggris selama 10 minggu dan program TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages). Ke depan, kedua belah pihak memandang perlu menghadirkan pilihan program bahasa Inggris jangka pendek yang lebih terjangkau, seperti program bridging maupun foundation English, sehingga dapat menjadi jalur awal bagi mahasiswa sebelum melanjutkan ke program pendidikan tinggi.

Melalui pengembangan pilihan program yang lebih beragam dan sesuai dengan kebutuhan pasar, diharapkan akses siswa dan mahasiswa Indonesia terhadap pendidikan internasional semakin terbuka, tingkat partisipasi meningkat, sekaligus memperkuat jalur menuju berbagai program pendidikan tinggi yang ditawarkan AEG.

Pertemuan ditutup dengan kesepahaman bahwa aspek keterjangkauan biaya menjadi faktor utama dalam meningkatkan minat dan jumlah peserta program internasional. UWM dan BOSA sepakat untuk terus mengkaji model kerja sama yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar Indonesia, sehingga kemitraan yang telah terjalin dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi calon mahasiswa.


Share Berita