Home
news
Peresmian Jogja Halal Festival #3: Sinergi KADIN DIY dan MES DIY Wujudkan Yogyakarta sebagai Pusat Ekonomi Syariah Mendunia

Peresmian Jogja Halal Festival #3: Sinergi KADIN DIY dan MES DIY Wujudkan Yogyakarta sebagai Pusat Ekonomi Syariah Mendunia

news Kamis, 2026-07-30 - 15:43:15 WIB

Berkolaborasi untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi syariah, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY resmi meluncurkan rangkaian kegiatan Jogja Halal Festival (JHF) #3 Tahun 2026. Acara peluncuran ini diselenggarakan di Ruang Bangsal Mataram, Lantai 2, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY pada Kamis (30/7).

Dalam sambutannya, Ketua MES DIY, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., menyampaikan rasa terima kasih dan memohon dukungan dari seluruh pihak demi kesuksesan JHF #3. Ia menegaskan visi besar agar Yogyakarta ke depannya dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi syariah yang diperhitungkan.

"Kita melihat kesuksesan Mega Halal Festival di Bangkok yang sangat luar biasa. Besar harapan kami, Jogja Halal Festival juga bisa sehebat itu. Kita tidak hanya ingin acara ini menasional, tetapi juga mendunia. Secara historis, JHF #1 berhasil menarik 33.000 pengunjung, dan JHF #2 meningkat menjadi 37.000 pengunjung. Dengan dukungan KADIN dan MES, target kita pada JHF #3 ini adalah melipatgandakan jumlah pengunjung tersebut," ujar Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta ini.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Ketua KADIN DIY yang hadir mewakili Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi (Ketua KADIN DIY) menyambung pernyataan Prof. Edy terkait potensi raksasa dari ekonomi halal dan ekonomi syariah. Menurutnya, saat ini adalah momentum yang sangat tepat untuk mengembangkan ekosistem ekonomi halal di Yogyakarta.

Melalui inisiatif ini, KADIN DIY menekankan pentingnya membuka akses pasar secara luas agar para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mampu naik kelas. Visi pengembangan ini tidak sekadar berfokus pada penghasilan angka pertumbuhan semata, melainkan harus berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat luas, memperkuat fundamental UMKM, serta membekali daya saing produk lokal agar mampu menembus ketatnya persaingan di pasar global.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo. Beliau menambahkan bahwa Bank Indonesia senantiasa berkomitmen penuh dalam mendukung ekosistem ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Stabilitas dan inovasi di sektor keuangan syariah memegang peranan krusial untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan di DIY.

Dari sisi pariwisata dan infrastruktur, Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.T., M.T. yang diwakilkan oleh jajarannya, menyoroti penguatan destinasi pariwisata ramah muslim. Pemerintah DIY terus berupaya meningkatkan keramahan dan inklusivitas pelayanan bagi wisatawan muslim sehingga memberikan rasa aman, nyaman, serta kepastian dalam menikmati layanan wisata. Hal ini diyakini akan menjadi pendorong utama bagi ekonomi berbasis halal yang terus menunjukkan tren pertumbuhan positif di kawasan ini.

Dengan diluncurkannya JHF #3, kolaborasi antara pemerintah, regulator, lembaga keuangan, akademisi, dan pelaku usaha diharapkan semakin solid untuk mengukuhkan posisi DIY sebagai pelopor pengembangan ekonomi dan pariwisata halal di Indonesia dan dunia.


Share Berita