Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta mendampingi kelompok PKK Padukuhan Wareng III, Kalurahan Wareng, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul dalam meningkatkan kualitas produksi Jahe Kelor Instan melalui penerapan standar produksi yang higienis dan terstandar. Program ini terlaksana atas dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Program bertajuk "Hilirisasi Jahe Kelor Instan Berbasis Keunggulan Lokal untuk Peningkatan Keterampilan Produksi Higienis dan Kapasitas Industri" diketuai oleh Intan Permatasari, S.T., M.Sc. dengan anggota tim Asepto Edi Saputro, S.TP., M.Sc. dan Siti Lestariningsih, S.T., M.Sc.
Rangkaian kegiatan dimulai melalui pendampingan desain label dan branding pada 26 Mei 2026, dilanjutkan pelatihan pelabelan dan strategi penjualan pada 9 Juni 2026, serta ditutup dengan kegiatan sosialisasi dan edukasi di Balai Padukuhan Wareng III pada 26 Juli 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 21 anggota aktif PKK dan disambut langsung oleh Dukuh Wareng III, Susiyanti. Menurutnya, pendampingan dari tim dosen UWM memberikan pengetahuan yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas produk lokal.
*"Kami sangat menyambut baik dan antusias dengan adanya pendampingan ini. Materi yang diberikan sangat praktis dan dibutuhkan oleh ibu-ibu PKK, khususnya dalam menjaga kualitas, kebersihan, dan keamanan produk Jahe Kelor Instan agar bisa lebih layak jual dan diterima pasar,"* ujar Susiyanti.
Dalam kegiatan sosialisasi, tim pengabdi menyampaikan tiga materi utama yang berorientasi pada peningkatan mutu produk. Asepto Edi Saputro memberikan materi mengenai formulasi gizi dan penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), termasuk penyusunan komposisi daun kelor yang tepat untuk meningkatkan nilai gizi tanpa mengurangi cita rasa.
Selanjutnya, Siti Lestariningsih memaparkan pentingnya standardisasi proses produksi melalui penyusunan standar operasional prosedur (SOP), penataan area produksi yang efisien, serta pengendalian mutu untuk menjaga konsistensi kualitas produk.
Sementara itu, Ketua Tim PkM Intan Permatasari memberikan edukasi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta higiene industri. Materi tersebut menitikberatkan pada pencegahan kontaminasi selama proses produksi, penggunaan peralatan yang aman, serta penerapan budaya kerja yang mendukung keamanan pangan.
Selain dosen, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa UWM. Alfin Orlando Zulfan berperan dalam penyusunan konten visual dan desain label produk, sedangkan Mega Ayu Erviana Nurmalitasari bertanggung jawab atas dokumentasi kegiatan.
Ketua Tim PkM Intan Permatasari berharap program ini mampu meningkatkan keterampilan produksi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing Jahe Kelor Instan sebagai produk unggulan lokal.
Melalui pendampingan tersebut, produk Jahe Kelor Instan yang selama ini dipasarkan secara terbatas di lingkungan padukuhan diharapkan mampu memenuhi standar higienitas, kualitas, dan legalitas sehingga memiliki peluang untuk dipasarkan secara lebih luas hingga tingkat nasional.