Home
news
UWM Gelar Pelatihan K3 Bersama Damkar DIY, Tingkatkan Kesadaran Keselamatan dan Mitigasi Bencana Kampus

UWM Gelar Pelatihan K3 Bersama Damkar DIY, Tingkatkan Kesadaran Keselamatan dan Mitigasi Bencana Kampus

news Jumat, 2026-07-24 - 08:28:57 WIB

Dalam upaya mewujudkan lingkungan kampus yang aman dan tanggap darurat, Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menyelenggarakan Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan komprehensif ini dikemas ke dalam dua sesi materi kelas dan ditutup dengan satu sesi praktik lapangan.

Rektor UWM, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., dalam sambutannya menyampaikan penekanan yang kuat mengenai pentingnya memitigasi kemungkinan bencana yang berkaitan dengan aktivitas pekerjaan di lingkungan kampus. Beliau mengingatkan bahwa budaya keselamatan harus berakar dari kesadaran individu.

"Kesadaran untuk keselamatan diri sendiri harus muncul bukan semata-mata karena tuntutan undang-undang. Mitigasi bencana pekerjaan di UWM dilakukan bukan karena sekadar mematuhi peraturan, melainkan murni dari kesadaran kita bersama untuk memitigasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana di lingkungan kampus," ujar Prof. Edy.

Memasuki sesi materi pertama, Junantoro selaku perwakilan dari Damkar DIY memberikan wawasan luas mengenai ruang lingkup pekerjaan pemadam kebakaran yang tidak hanya berfokus pada api, tetapi juga mencakup human rescue, animal rescue, street rescue, hingga jungle rescue. Dalam presentasinya, Junan menegaskan bahwa budaya K3 yang baik akan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh pekerja. 

"Budaya K3 yang unggul ditopang oleh kepemimpinan yang proaktif, karyawan yang sadar akan keselamatan, sistem yang efektif, serta lingkungan kerja yang memang aman dan sehat," jelas Junan.

Sesi materi kedua menghadirkan Wisnu Subroto, S.AP., Staf Ahli Bidang Pencegahan Damkar DIY yang juga merupakan alumni UWM. Wisnu secara spesifik membawakan materi teknis mengenai tata cara penggunaan hidran.

Melalui pemaparan materi dari Wisnu, peserta dibekali pengetahuan komprehensif sehingga diharapkan dapat mengerti tentang formasi regu hidran, memahami berbagai macam formasi regu pemadaman beserta tugas dan fungsi di dalamnya, mengenali tanda dan isyarat dalam pola pemadaman, hingga akhirnya mampu mendemonstrasikan formasi regu dan pola pemadaman tersebut secara presisi.

Pelatihan ini mencapai puncaknya pada sesi ketiga, yaitu sesi praktik lapangan. Para peserta diajak untuk melakukan simulasi tata cara pemadaman kebakaran, dimulai dari teknik penanggulangan gas LPG yang bocor dan kompor yang meledak. Peserta secara langsung mempraktikkan pemadaman api menggunakan metode tradisional (seperti karung goni basah) maupun menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Sebagai penutup, peserta melakukan praktik tata cara penggunaan hidran yang ada di area kampus UWM, mulai dari penggelaran selang, formasi regu, hingga penyemprotan air (water discharge) secara langsung untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan kecakapan sumber daya manusia UWM dalam menghadapi situasi darurat.


Share Berita