Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) didirikan pada hari Kamis Legi, 7 Oktober 1982 di Yogyakarta. Pendirian universitas ini merupakan wujud komitmen dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang berakar pada nilai-nilai budaya, kebangsaan, dan keilmuan.
Gagasan pendirian universitas ini diprakarsai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX bersama KGPH Mangkubumi (yang kemudian menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono X) sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berkarakter. Pengalaman Sri Sultan Hamengku Buwono IX ketika belajar di Belanda yang diteruskan kemudian dengan perjuangan kemerdekaan serta dilanjutkan keiikutsertaan beliau membangun Republik Indonesia baik semasa di Yogyakarta maupun di Jakarta, merupakan khasanah dan warisan pengalaman yang kemudian dijabarkan dalam pelbagai sektor kehidupan. Salah satu sektor yang menjadi perhatian beliau adalah Pendidikan.
Dalam bidang pendidikan, HB IX turut serta mendirikan cikal bakal Universitas Gadjah Mada dengan memberikan fasilitas lingkungan Kraton Yogyakarta sebagai tempat perkuliahan antara lain Pagelaran Kraton dan Dalem Mangkubumen. Keikhlasan beliau dan seluruh kerabat Kraton Yogyakarta merelakan lingkungan Kraton tersebut digunakan untuk kepentingan UGM mendapat sambutan yang baik ketika UGM mengizinkan dosen-dosennya ikut serta merintis, membangun dan mengembangkan UWMY.
Secara yuridis, Universitas Widya Mataram Yogyakarta berdiri berdasarkan Akta Notaris Nomor 153 tertanggal 26 Mei 1982. Universitas ini berada di bawah naungan Yayasan Mataram Yogyakarta (YMY) sebagai badan hukum penyelenggara pendidikan, dibentuk pula suatu Badan Pelaksana yang disebut Perguruan Mataram Yogyakarta (PMY). Pada kamis Legi, 07 Oktober 1982 berdirilah Universitas Widya Mataram Yogyakarta.
Untuk memenuhi syarat sebagai badan hukum sebagaimana dimaksud undang-undang yang berlaku maka telah diterbitkan Akta Anggaran Dasar Yayasan Mataram Yogyakarta Nomor 12 tanggal 23 Nopemebr 2011 yang telah diperbaharui dengan Akta Nomor 01 tanggal 02 Januari 2012 dan telah disyahkan melalui keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-173.AH.01.04 Tahun 2012.
Sejak awal berdirinya, UWMY terus berkembang baik dari sisi kelembagaan, fasilitas, maupun jumlah program studi. Universitas ini berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) awalnya beroperasi di Ndalem Mangkubumen, sebuah lokasi bersejarah di Yogyakarta yang menjadi saksi perjalanan awal universitas dalam mencetak generasi muda yang cerdas dan berkarakter. Kampus ini menjadi pusat kegiatan akademik, penelitian, dan pengembangan budaya sejak berdirinya universitas pada 7 Oktober 1982.
Seiring bertambahnya jumlah mahasiswa dan kebutuhan fasilitas yang lebih modern, UWMY memutuskan untuk membangun dan memindahkan seluruh kegiatan akademiknya ke Kampus Terpadu Banyuraden, yang kini menjadi pusat utama universitas.
Kampus Terpadu Banyuraden dirancang sebagai lingkungan pendidikan modern yang mendukung kegiatan belajar-mengajar, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Fasilitas unggulan meliputi:
Hingga saat ini, Universitas Widya Mataram Yogyakarta memiliki 12 Program Studi yang terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
Sebagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Pelajar, UWMY berperan aktif dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Universitas ini berkomitmen mencetak lulusan yang: