Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta yang diketuai oleh Yuni Retnowati, S.IP., M.Si., dengan 2 mahasiswa dari Himakom (Himpunan Mahasiswa Komunikasi) yaitu Najwa Khoirun Mukholifah dan Deo Karunia Takbir, menggelar pelatihan literasi media sosial bagi pelajar SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta pada Selasa (12/5). Kegiatan ini diikuti oleh 27 siswa kelas XI dengan tujuan membekali generasi muda agar lebih cerdas, aman, dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial.
Dalam pelatihan, peserta diajak memahami karakteristik media sosial bagi remaja serta alasan mengapa kelompok ini sering menjadi target pelaku kejahatan digital. Materi dilanjutkan dengan pembahasan empat jenis kejahatan digital yang umum terjadi, yaitu penipuan online, love scammer, manipulasi emosional, dan pemerasan digital. Peserta juga diajak mengenali pola komunikasi pelaku dan tanda bahaya (red flags) yang perlu diwaspadai, sekaligus belajar membedakan perhatian sehat dan manipulasi.
Tidak hanya teori, siswa juga mendapat langkah praktis untuk menghindari risiko, cara menolak dengan tegas, serta tindakan yang harus dilakukan jika terlanjur terlibat, seperti menyimpan bukti dan segera melapor kepada orang tua, guru, atau teman yang dipercaya. Sesi praktik menjadi penutup kegiatan yang menarik. Siswa diajak diskusi kasus nyata dan melakukan simulasi komunikasi aman, lalu diajak membuat checklist aman bermedia sosial yang bisa langsung diterapkan sehari-hari.
Sebagai bahan pendamping, tim juga membagikan sebuah buku digital berjudul "Cerdas dan Aman Bermedia Sosial: Buku Saku Literasi Digital" yang disusun oleh ketua tim. Buku digital ini merupakan rangkuman seluruh materi agar bisa dibaca kembali kapan saja. Isinya memuat uraian materi yang sama dengan yang disampaikan saat pelatihan, mulai dari jenis kejahatan digital, pola komunikasi pelaku, tanda bahaya (red flags), hingga langkah praktis pencegahan dan penanganan. Buku digital ini dibagikan agar mudah diakses dan dibagikan siswa ke teman atau keluarga.
Menurut Yuni, pelajar SMA merupakan pengguna aktif media sosial sehingga literasi media sosial sejak dini sangat diperlukan. “Kami ingin siswa tidak hanya aktif, tapi juga paham risiko dan tahu cara melindungi diri. Mereka berhak aman di ruang digital,” ujarnya.
Peserta menyambut positif kegiatan ini dan berharap pemahaman yang didapat dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Tim berharap pelatihan ini menjadi langkah awal membangun ruang digital yang lebih sehat bagi pelajar di Yogyakarta.