Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IKAL Lemhannas DIY menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi dan penguatan kontribusi nyata alumni Lemhannas bagi pembangunan nasional. Hal tersebut mengemuka dalam pemaparan yang disampaikan oleh Prof. Agus Sartono selaku Ketua Dewan Pengurus DPP IKAL Lemhannas DIY pada kegiatan konsolidasi organisasi pasca Munaslub IKAL Lemhannas 2026 di Kampus Terpadu Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Minggu (24/5).
Dalam paparannya, Prof. Agus menjelaskan bahwa dinamika yang terjadi dalam Munas V IKAL menjadi pelajaran penting bagi organisasi agar mampu melakukan pembenahan secara menyeluruh, baik dalam tata kelola organisasi maupun penguatan soliditas antaranggota. “Perjalanan Munas V hingga Munaslub menjadi momentum evaluasi bersama. IKAL Lemhannas harus kembali menjadi organisasi strategis yang mampu menjaga marwah, soliditas, dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Kegiatan konsolidasi ini mendapatkan sambutan dari Rektor UWM, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. yang menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya forum strategis tersebut di lingkungan UWM. Prof. Edy mengenang perjalanan pengabdiannya selama memimpin UWM sejak 2017, kampus yang didirikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan X, pembangunan Kampus Terpadu saat ini, hingga pengalaman saat mengikuti Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) ke-XVI Lemhannas RI.
Prof. Edy juga menyoroti pentingnya revitalisasi IKAL Lemhannas sebagai think tank kebangsaan. Menurutnya, Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk ikut membangun karakter bangsa di tengah berbagai tantangan sosial dan budaya yang dihadapi masyarakat.
Ia menyinggung sejumlah persoalan strategis di DIY, mulai dari tingginya angka kemiskinan dan ketimpangan ekonomi — yang disebutnya masih menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia — hingga persoalan lingkungan seperti pengelolaan sampah. Karena itu, diperlukan penguatan kapasitas berpikir strategis dalam mengelola potensi daerah secara lebih efektif dan berkelanjutan.
“DIY memiliki potensi besar, tetapi juga menghadapi tantangan serius. Diperlukan rumusan pemikiran strategis yang konkret untuk mengelola potensi tersebut demi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat DPD IKAL Lemhannas DIY, Prof. Gunawan Sumodiningrat dalam sambutannya menegaskan bahwa IKAL Lemhannas harus kembali pada marwahnya sebagai pusat pemikiran strategis bangsa dan wadah kaderisasi calon pemimpin nasional. Ia mengangkat prinsip hidup yang selalu dipegangnya, yakni “percaya, yakin, buktikan”, sebagai fondasi kepemimpinan dan pengabdian.
Menurutnya, gerakan revitalisasi IKAL Lemhannas harus dimulai dari Yogyakarta untuk kemudian memberi kontribusi bagi Indonesia bahkan dunia. Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Dalam paparannya, Prof. Gunawan menekankan pentingnya membangun manusia Indonesia yang adil dan beradab melalui semangat persatuan, musyawarah mufakat, dan keadilan sosial. Ia juga menyampaikan refleksi filosofis mengenai tujuan hidup manusia, yakni hidup sehat, senang, dan sejahtera.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Lemhannas didirikan untuk mencetak calon-calon pemimpin bangsa yang memiliki kedalaman visi kebangsaan dan spiritualitas budaya. Nilai-nilai Jawa seperti sangkan paraning dumadi, manunggaling kawula gusti, dan memayu hayuning bawana disebutnya relevan untuk memperkuat orientasi kepemimpinan nasional di masa depan.
Forum juga diisi dengan paparan hasil-hasil Munaslub IKAL Lemhannas 2026 oleh Prof. Djagal Marseno. Dalam sesi tersebut, dibahas berbagai rekomendasi strategis organisasi, termasuk penguatan peran IKAL Lemhannas sebagai kekuatan intelektual dan moral bangsa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung dinamis dengan berbagai gagasan terkait pembangunan nasional, penguatan budaya, tata kelola pemerintahan, pendidikan karakter, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tamu kehormatan, antara lain Prof. Dr. Ir. Bambang Supriyadi, Kepala TVRI Yogyakarta Akhbar Sahidi, serta Irjen. Pol. (Purn.) Drs. R.M. Haka Astana Mantika Widya.
Melalui forum konsolidasi ini, DPD IKAL Lemhannas DIY menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang strategis lahirnya gagasan-gagasan kebangsaan yang berpijak pada nilai budaya, intelektualitas, dan kepemimpinan nasional demi mewujudkan Indonesia yang lebih adil, maju, dan berdaya saing.