Redaksi Jurnal Widya Pranata Hukum Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Akademik Dosen “Pelatihan Penulisan Proposal Penelitian dan Publikasi Ilmiah” pada Kamis (20/08) di Ruang Sidang Semu, Gedung Pambiji, Kampus Terpadu UWM. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen Fakultas Hukum UWM sebagai bagian dari upaya penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan fakultas.
Workshop dipandu langsung oleh Fifink Praiseda Alviolita, S.H., M.H. selaku Pimpinan Redaksi Jurnal Widya Pranata Hukum. Dalam pengantarnya, Fifink menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kesadaran redaksi bahwa kualitas artikel ilmiah tidak dapat dipisahkan dari kualitas penelitian yang mendasarinya. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan dosen dalam menyusun proposal penelitian yang kompetitif menjadi langkah penting untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan layak dipublikasikan pada jurnal bereputasi.
Sebagai jurnal ilmiah yang telah terakreditasi SINTA 4, Jurnal Widya Pranata Hukum memiliki komitmen untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas akademik dosen, khususnya pada bidang penelitian dan publikasi. Melalui kegiatan ini, para dosen diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai strategi memperoleh pendanaan penelitian serta mengelola luaran publikasi ilmiah yang menjadi tuntutan dunia akademik saat ini.
Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Hukum UWM, Dr. Hartanto, S.E., S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan pentingnya menjaga produktivitas penelitian dan publikasi sebagai bagian dari tanggung jawab akademik dosen. Menurutnya, penelitian dan publikasi tidak hanya menjadi indikator kinerja dosen, tetapi juga berkontribusi terhadap reputasi institusi dan program studi.
Dr. Hartanto juga menyampaikan bahwa saat ini Program Studi Hukum Program Sarjana FH UWM berhasil meraih SINTA Score tertinggi di lingkungan Universitas Widya Mataram. Prestasi tersebut merupakan capaian yang membanggakan sekaligus menjadi tantangan bagi seluruh sivitas akademika untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan posisi tersebut melalui produktivitas penelitian dan publikasi yang berkelanjutan.
Selaku narasumber, workshop menghadirkan dua orang dosen berprestasi dan langganan penerima pendanaan hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yakni Laili Nur Anisah, S.H., M.H. dan Asma Karim, S.H., M.H.
Pada sesi pertama, Laili memaparkan materi mengenai berbagai program penelitian yang tersedia melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM). Materi yang disampaikan meliputi jenis-jenis skema penelitian, ketentuan pengusulan proposal, format penulisan, tahapan seleksi, hingga strategi agar proposal mampu bersaing dan memperoleh pendanaan hibah. Ia juga menjelaskan bahwa program penelitian DPPM saat ini terdiri atas berbagai skema yang dirancang untuk mendukung pengembangan kapasitas peneliti serta menghasilkan luaran yang berdampak bagi masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Selain menjelaskan aspek teknis penyusunan proposal, Laili juga membagikan berbagai pengalaman praktis dan strategi yang dapat diterapkan oleh dosen dalam menyusun proposal yang sistematis, memiliki kebaruan penelitian (novelty), serta relevan dengan fokus dan prioritas riset nasional. Menurutnya, keberhasilan memperoleh hibah penelitian tidak hanya ditentukan oleh kualitas ide penelitian, tetapi juga oleh kemampuan peneliti memahami kebutuhan program pendanaan dan menyusun proposal sesuai format serta ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, pada sesi kedua, Asma mengangkat tema mengenai tantangan yang dihadapi peneliti setelah berhasil memperoleh Hibah Penelitian Fundamental Reguler, khususnya dalam memenuhi kewajiban publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Ia menegaskan bahwa lolos hibah bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju publikasi ilmiah yang berkualitas.
Dalam paparannya, Asma menjelaskan berbagai tantangan yang kerap dihadapi akademisi, mulai dari penyesuaian naskah dengan template jurnal internasional, risiko desk rejection, proses review yang dapat berlangsung berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun, kritik dari reviewer, kendala bahasa akademik, hingga ancaman jurnal predator yang dapat merugikan reputasi akademik penulis.
Asma juga membagikan pengalaman pribadinya dalam mengawal proses publikasi artikel pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus. Menurutnya, kesabaran, ketelitian, serta kemampuan merespons masukan reviewer secara sistematis menjadi kunci penting dalam meningkatkan peluang artikel untuk diterima dan dipublikasikan. Ia mengingatkan bahwa penolakan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses akademik dan tidak seharusnya menyurutkan semangat peneliti untuk terus berkarya.
Melalui workshop ini, Fakultas Hukum UWM berharap dapat memperkuat budaya akademik yang produktif, meningkatkan jumlah proposal penelitian yang berhasil memperoleh pendanaan, serta mendorong peningkatan publikasi ilmiah dosen pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Fakultas Hukum UWM untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas kinerja penelitian yang telah mengantarkan Program Studi Hukum menjadi program studi dengan capaian SINTA Score tertinggi di lingkungan UWM.