Keberhasilan transformasi digital dalam organisasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan digital yang mampu membangun budaya kerja adaptif, meningkatkan kepuasan lingkungan kerja, serta memperkuat kapabilitas digital karyawan. Hal tersebut menjadi temuan utama penelitian yang dilakukan oleh Cahya Purnama Asri, S.E., M.M., Dosen Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi, Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta.
Penelitian tersebut mengkaji pengaruh kepemimpinan digital terhadap kinerja karyawan pada perusahaan berbasis teknologi di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS), penelitian ini menganalisis hubungan antara kepemimpinan digital, budaya digital, kepuasan lingkungan kerja, kapabilitas digital, dan kinerja karyawan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan digital berpengaruh signifikan dalam membentuk budaya digital di lingkungan organisasi. Budaya digital yang kuat selanjutnya meningkatkan kepuasan lingkungan kerja, yang kemudian berkontribusi pada peningkatan kapabilitas digital karyawan. Keseluruhan rangkaian tersebut terbukti berdampak positif terhadap peningkatan kinerja karyawan.
Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa pengaruh kepemimpinan digital terhadap kinerja karyawan tidak terjadi secara langsung, melainkan melalui keterkaitan berbagai faktor pendukung. Temuan ini menegaskan bahwa organisasi memerlukan ekosistem digital yang terintegrasi agar kepemimpinan mampu menghasilkan dampak optimal terhadap produktivitas sumber daya manusia.
Menurut Cahya, perusahaan yang ingin sukses menghadapi era transformasi digital perlu mengubah paradigma pengelolaan organisasi dengan tidak hanya berfokus pada investasi teknologi, tetapi juga pada penguatan budaya kerja dan pengembangan kompetensi digital karyawan.
"Transformasi digital yang berkelanjutan dimulai dari pemimpin yang mampu mengarahkan perubahan, membangun budaya inovatif, serta menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan kemampuan digital setiap individu," ujarnya saat ditemui di Kampus Terpadu UWM Yogyakarta, Banyuraden, Gamping, Sleman pada Kamis (30/7).
Ia menambahkan bahwa hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi perusahaan, khususnya di sektor teknologi, untuk membangun sinergi antara kepemimpinan digital, budaya organisasi, lingkungan kerja, dan pengembangan kapabilitas digital. Melalui sinergi tersebut, perusahaan diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang lebih adaptif, inovatif, dan kompetitif dalam menghadapi dinamika bisnis digital.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi akademisi, praktisi, maupun pengambil kebijakan dalam merumuskan strategi pengembangan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan transformasi digital.