Program Studi Teknik Industri Universitas Widya Mataram (UWM) Teknik Industri melaksanakan serangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMA Negeri 1 Sedayu, Bantul, Yogyakarta pada Rabu (13/5). Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 90 siswa kelas XI, dengan fokus utama membekali generasi muda menghadapi tantangan transformasi digital dan isu lingkungan global.
Kegiatan ini menghadirkan para Dosen sebagai pakar yang membawakan materi lintas disiplin, mulai dari kesehatan kerja, pengelolaan limbah, hingga teknologi Artificial Intelligence (AI). Sinergi ketiga materi ini didasari atas keprihatinan kolektif terhadap pergeseran gaya hidup remaja di era digital yang sering kali mengabaikan aspek kesehatan fisik dan keberlanjutan lingkungan.
Sesi pertama dibuka oleh Iva Mindhayani, S.T., M.T., dengan topik bertajuk “Generasi Sadar K3: Edukasi Ergonomi dan Budaya Keselamatan bagi Siswa di Era Transformasi Digital”. Dalam paparannya, Iva menyoroti bagaimana penggunaan gawai yang berlebihan tanpa memperhatikan posisi tubuh (ergonomi) dapat berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang siswa. Iva menekankan bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak hanya berlaku di pabrik atau industri besar, tetapi juga dalam aktivitas belajar sehari-hari. Edukasi ini bertujuan agar siswa mampu menata lingkungan belajar yang nyaman serta menerapkan prinsip ergonomi guna mencegah musculoskeletal disorders (gangguan otot dan sendi) yang kini mulai marak menyerang usia produktif akibat gaya hidup sedenter.
Beralih ke isu lingkungan, Siti Lestariningsih, S.T., M.Sc., memandu sesi “Penyuluhan dan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga (Sampah) Menjadi Barang yang Mempunyai Nilai Tambah”. Siti mengajak para siswa untuk mengubah paradigma dalam memandang sampah; yang awalnya dianggap beban lingkungan diolah menjadi produk fungsional yang memiliki nilai estetika dan ekonomi. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan hijau (green entrepreneurship) di kalangan siswa, sekaligus menjadi solusi nyata dalam menekan volume sampah di wilayah Bantul melalui pemilahan dan daur ulang yang inovatif.
Pada materi teknis, Intan Permatasari, S.T., M.Sc., menghadirkan materi yang sangat relevan dengan tren teknologi terkini yaitu “Pengembangan Kreativitas Digital Siswa melalui Pelatihan Prompt Engineering Berbasis Framework Role-Task-Context”. Intan menjelaskan bahwa di masa depan, kemampuan berinteraksi dengan AI adalah keterampilan wajib. Melalui kerangka kerja Role (Peran), Task (Tugas), dan Context (Konteks), siswa diajarkan cara memberikan instruksi yang presisi kepada mesin kecerdasan buatan. Hal ini bukan sekadar tentang kemudahan mengerjakan tugas, melainkan tentang bagaimana mengarahkan teknologi untuk menghasilkan karya digital yang kreatif, orisinal, dan solutif.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa dan guru. Interaksi aktif terlihat saat sesi tanya jawab, di mana siswa mulai menyadari kaitan erat antara teknologi yang mereka gunakan setiap hari dengan tanggung jawab terhadap kesehatan diri dan kelestarian bumi.
Diharapkan, pengabdian masyarakat ini tidak berhenti pada seremonial semata. Output yang diinginkan adalah lahirnya generasi emas di SMA Negeri 1 Sedayu sebagai generasi yang tidak hanya mahir secara digital melalui prompt engineering, tetapi juga bijak dalam menjaga kesehatan fisik melalui prinsip ergonomi, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap ekosistem melalui pengelolaan limbah.
Dengan bekal pemikiran sistematis khas Teknik Industri, para dosen berharap para siswa kelas XI ini mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. Masa depan Indonesia membutuhkan individu yang kompeten secara teknis namun tetap humanis dan selaras dengan alam.