Home
news
Makna Hari Kenaikan Yesus Surga: Pendelegasian Perjuangan Bagi Keutuhan Segenap Ciptaan

Makna Hari Kenaikan Yesus Surga: Pendelegasian Perjuangan Bagi Keutuhan Segenap Ciptaan

news Kamis, 2026-05-14 - 14:10:59 WIB

Oleh: Dwi Astuti, S.Sos., M.Si., Dosen Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta

Hari Kenaikan Yesus Kristus ke surga, yang jatuh pada tanggal 14 Mei, mungkin tidak segempita hari natal atau peringatan paskah, bagi umat kristiani. Gereja-gereja senantiasa memusatkan perhatian besar kepada perayaan natal yang merupakan hari kelahiran Yesus Kristus dan peringatan paskah untuk memperingati sengsara, mati dan bangkitnya kembali Tuhan Yesus Kristus.

Menjelang hari peringatan Kenaikan Yesus Kristus ke surga, gereja-gereja tidak sesibuk dua hari besar yang lain tersebut, walaupun sebenarnya hari Kenaikan Yesus ke surga merupakan bagian dari rangkaian peringatan paskah yang cukup penting. Hari Kenaikan Yesus  ke Surga diperingati pada hari ke-40 setelah peristiwa paskah, terhitung sejak kebangkitan kembali Yesus Kristus.

Gereja-gereja selama ini sering menampatkan peringatan paskah secara besar-besaran dibandingkan dengan peristiwa setelahnya, yaitu kenaikan Yesus ke Surga dan Pentakosta. Padahal rangkaian peristiwa rohani tidak berhenti saat paskah, namun justru memiliki makna yang tidak kalah penting setelahnya, salah satunya peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke Surga.
 
Dalam beberapa bagian alkitab antara lain Lukas 24:50-52 ataupun Kisah Para Rosul 1: 9, dan masih ada beberapa bagian yang lain, diceritakan bahwa Tuhan Yesus mengajak muridnya ke laur kota, dan kemudian memberkati mereka dan terangkat ke surga. Beberapa bagian dalam alkitab Markus 16: 19, Tuhan Yesus duduk disebelah kanan Allah. Peristiwa naiknya Tuhan Yesus ke surga inilah yang selama ini sering menjadi fokus dari pemaknaan dalam memperingati Hari Kenaikan Yesus ke surga.

Fokus lain yang sering muncul dalam pemaknaan hari Kenaikan Yesus ke Surga adalaha juga bagaimana Yesus dimuliakan oleh Tuhan sehingga diangkat ke Surga, atau lebih suka fokus pada pemaknaan bahwa Tuhan Yesus telah lebih dahulu menyediakan tempat bagi umatnya. Pemaknaan menempatkan Yesus sebagai yang mulai sehingga diangkat Allah ke surga selama ini lebih mengemuka dan lebih menarik untuk dihayati. Namun seperti peringatan Kenaikan Yesus ke Surga yang kalah besarnya dengan peringatan paskah, pemaknaan Kenaikan Yesus ke Surga juga seringkali melupakan esensi yang lebih mendalam lebih dari sekedar Yesus naik ke Surga dan membuka jalan bagi umatnya.

Pemaknaan ini lebih sering digunakan karena lebih sederhana dan mungkin menyenangkan. Surga dalam penghayatan rohani kita sering diartikan sebagai tempat yang mulia, tempat yang tinggi, dan tempat yang enak. Perhatian ke posisi surga inilah yang membuat kita lebih sering memaknai peristiwa kenaikan Yesus ke surga, hanya memiliki mekna menggembirakan. Kita seringkali lupa bahwa kenaikan Yesus ke Surga adalah bagian dari misi perjalanan Tuhan Yesus dalam mewartakan jalan kebaikan dan kebenaran kepada manusia.

Kenaikan Yesus ke surga bukanlah peristiwa tunggal, namun merupakan bagian dari perjuangan Yesus sejak kelahirannya sampai kematiannya dalam mewartakan kebaikan dan kebenaran kepada manusia. Kenaikan Yesus ke Surga bukanlah yang utama, namun hanya bagian akhir dari perjalanan yang panjang, yang tidak seharusnya kita lepaskan maknanya dari peristiwa kenaikan itu sendiri. Kenaikan Yesus ke surga, adalah akhir dari perjalanan panjang yang tidak mudah bahkan penuh penderitaan yang dialami Yesus Kristus, sejak kelahirannya yang sangat sederhana di kandang domba, keberpihakaannya kepada mereka yang berkekurangan dan terpinggirkan, perjuangannya dalam melawan kepemimpinan yang tidak adil, semua perjalanan hidup Yesus, adalah kesukaran dan kesusahan demi memperjuangkan keadilan, kedamaian dan keutuhan segenap ciptaan. Namun kisah sengsara sepanjang kehidupan Yesus ini, yang sangat sarat dengan nilai kemanusiaan, sering terlupakan dan hanya fokus kepada kenaikanNya.

Tuhan Yesus telah melakukan banyak penderitaan dalam memperjuangkan kehidupan segenap ciptaan agar lebih adil dan damai. Perjuangan dan penderitaan itu bahkan menempatkan Yesus sebagai yang teraniaya, direndahkan, sampai pada penyalipannya. Karena perjuangan dan kerelaannya untuk merendah, sehingga layak mendapatkan kemulyaan naik ke surga. Jadi peristiwa kenaikan Yesus ke surga bukanlah peristiwa yang datang tanpa sebab.

Beberapa cerita dalam alkitab juga menyebutkan bahwa Tuhan mengurapi murid-muridnya dan meminta untuk melanjutkan apa yang telah Yesus lakukan. Beberapa memaknai kenaikan Yesus ke surga adalah akhir dari tugas Yesus dalam mewujudkan keadilan dan kedamaian segenap ciptaan, dan salanjutnya umatnyalah yang harus melanjutkan. Melanjutnya kesederhanaan Yesus, melanjutkan kerendahan hati Yesus, melanjutkan keberpihakan Yesus kepada mereka yang terpinggirkan, dan melanjutkan perjuangan Yesus untuk melawan ketidakadilan. 

Pemaknaan seperti ini mungkin tidak memiliki kesan mengenakkan, sehingga mungkin itu yang menyebabkan kenaikan Yesus ke Surga hanya dilihat secara sepotong sebagai peristiwa mulia. Namun sesungguhnya kemuliaan terjadi karena perjuangan dan kesengsaraan. Sudah saatnya kita mulai membangun pemaknaan baru dari hari Kenaikan Yesus ke Surga sebagai hari pendelegasian kesederhanaan, kerendahan hati, keperpihakan dan memperjuangkan keadilan. Selamat menghayati dan menghidupi hari Kenaikan Yesus ke Surga.

(Sumber inspirasi : Budi Purnomo Pr, Ia Naik Karena Turun)


Share Berita