Home
news
Memanfaatkan Peluang di Kala Dolar Menguat

Memanfaatkan Peluang di Kala Dolar Menguat

news Sun, 2026-06-14 - 00:25:48 WIB

Oleh: Dr. Jumadi, S.E., M.M., Dosen Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta

Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat telah menjadi salah satu masalah yang menarik perhatian banyak orang, terutama para pelaku ekonomi, dalam beberapa tahun terakhir.

Penguatan dolar Amerika Serikat dipandang sebagai tantangan bagi perekonomian terutamadi Indonesia, penguatan nilai dolar terhadap rupiah dapat meningkatkan biaya terutama biaya impor dan biaya produksi. Di balik tantangan tersebut, terdapat peluang yang belum dimanfaatkan secara optimal terutama sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor.

UMKM Indonesia yang dapat menembus pasar luar negeri, penguatan dolar merupakan salah satu situasi yang dapat digunakan untuk memperluas jaringan pasar dan memperkuat daya saing produk.

Nilai tukar menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian dalam perdagangan internasional dan importir. Naiknya nilai dolar AS terhadap rupiah akan menjadikan produk Indonesia menjadi lebih murah bagi pembeli dari luar negeri.

Pelaku UMKM di Indonesia memiliki keunggulan komparatif, keuntungan yang diperoleh bisa lebih besar. Keunggulan ini berasal dari ketersediaan bahan baku yang dapat diperoleh tanpa mengeluarkan uang karena bahan baku dapat diperoleh di dalam negeri.

Kondisi ini semakin menguntungkan karena produk unggulan Indonesia sangat diminati pasar global. Bahan kerajinan seperti batik, makanan dan minuman seperti kopi dan coklat, serta barang asli Indonesia lainnya adalah salah satu produk unggulan.

Selain itu, penguatan dolar dapat membantu usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk tidak bergantung sepenuhnya pada pasar dalam negeri. Saat ini, kebanyakan usaha kecil dan menengah (UMKM) masih bergantung pada pasar domestik karena ekspor dianggap sebagai bisnis yang sangat kompleks.

Di era digital saat ini, pasar menjadi terbuka, termasuk pasar internasional atau global, dan penggunaan platform perdagangan dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi kerumitan transaksi. Oleh karena itu, UMKM harus beralih ke digital agar mereka dapat naik kelas dan meningkatkan pendapatan mereka.

Di sinilah transformasi UMKM berorientasi ekspor berbasis digital diperlukan. Penguatan dolar dapat digunakan sebagai momentum untuk percepatan digitalisasi dan modernisasi sektor UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan merek, dan pengembangan inovasi produk.

Namun, ini tidak akan terjadi tanpa kolaborasi antar stakeholder, khususnya pemerintah harus hadir dalam penguatan ini dengan membuat, menerapkan, dan mengawasi kebijakan percepatan digitalisasi UMKM.

Oleh karena itu, UMKM berbasis ekspor dapat memanfaatkan penguatan dolar sebagai peluang strategis untuk meningkatkan kinerja bisnis dan mempercepat pertumbuhan.

Dengan demikian, penguatan dolar terhadap rupiah tidak harus selalu dipandang sebagai hal buruk dalam perekonomian karena UMKM yang melihatnya dari sudut pandang global mungkin melihat penurunan rupiah sebagai peluang dan mengubah kesulitan menjadi sebuah peluang.


Share Berita