Home
news
UWM dan Masjid Nurul Huda Tingkatkan Edukasi Gizi Keluarga Lewat Penyuluhan Pangan Sehat

UWM dan Masjid Nurul Huda Tingkatkan Edukasi Gizi Keluarga Lewat Penyuluhan Pangan Sehat

news Jumat, 2025-11-21 - 15:23:13 WIB

Masjid Nurul Huda Surokarsan, Wirogunan, Mergangsan Yogyakarta menggelar penyuluhan gizi keluarga bertema “Makanan Bergizi dan Cara Pengolahan yang Tepat” yang menghadirkan dosen Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, pada Rabu (19/11). Kegiatan ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat oleh Dyah Titin Laswati, S.T.P., M.P., dosen Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Sains dan Teknologi UWM. 

Ketua Takmir Masjid Nurul Huda, Dr. Kelik Endro Suryono, S.H., M.Hum., menjelaskan bahwa kegiatan penyuluhan ini bertujuan memberi pemahaman mendasar mengenai pentingnya gizi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, menjaga kesehatan merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT. “Ibadah akan lebih khusyuk jika tubuh kita sehat. Karena itu, asupan gizi perlu diperhatikan,” ujarnya yang juga Dosen Program Studi Hukum Fakultas Hukum UWM, di hadapan jamaah ibu-ibu PKK dan remaja masjid yang hadir. 

Dalam penyampaian materi, Dyah menekankan bahwa makanan bergizi tidak harus mahal. Menurutnya, sumber gizi banyak ditemukan pada bahan pangan lokal yang mudah didapat, seperti ikan, telur, tempe, tahu, buah, dan sayuran berwarna. Ia juga memperkenalkan berbagai teknik pengolahan yang baik untuk menjaga kandungan gizi, mulai dari mengukus, merebus, memanggang, menumis, hingga metode fermentasi. Pengolahan bertujuan mematikan patogen, meningkatkan daya cerna, serta meminimalkan kerusakan gizi akibat panas, cahaya, atau oksigen. 

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang konsep Gizi Seimbang: Isi Piringku dan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman). Titin memperkenalkan cara membaca label kemasan, kiat menjaga keamanan pangan, hingga pentingnya kebersihan dalam pengolahan makanan untuk mencegah cemaran kimia, mikrobiologi, dan fisik. Ia menegaskan perlunya menghindari penggunaan minyak berulang serta kebiasaan deep frying, karena berpotensi menimbulkan zat karsinogenik. 

Kegiatan edukatif ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan pola makan sehat berbasis pangan lokal dan memperkuat peran masjid sebagai pusat pendidikan umat dalam meningkatkan kualitas hidup jamaah.


Share Berita