Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta melalui dosen Program Studi Akuntansi, Nisfatul Izzah, S.E., M.A., melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Inkubasi Bisnis Intensif (Private Coaching) dan Stimulus Bantuan Alat Produksi kepada Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) dan Penggerak Dasa Wisma.” Kegiatan ini dilaksanakan pada 20 April dan 5 Mei 2026 di Desa Sonopakis, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, sebagai upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pendampingan usaha yang berkelanjutan.
Program tersebut menyasar perempuan kepala keluarga (PEKKA) serta penggerak Dasa Wisma yang memiliki potensi untuk mengembangkan usaha mikro. Melalui pendekatan pendampingan yang bersifat personal dan praktis, peserta didorong untuk membangun usaha mandiri yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperluas kesempatan ekonomi di lingkungan sekitarnya.
Dalam pelaksanaannya, program berhasil memfasilitasi terbentuknya dua usaha ultra mikro baru, yakni Bakmi Jiwo milik Ibu Daris yang merupakan penggerak Dasa Wisma sekaligus kader Posyandu, serta Nasi Kepel NN milik Ibu Wati yang berstatus sebagai perempuan kepala rumah tangga. Kedua pelaku usaha tersebut telah menyusun perencanaan bisnis menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) sebagai dasar pengembangan dan pengelolaan usahanya.
Selain mendampingi pembentukan usaha baru, program ini juga diarahkan untuk memperluas akses pasar produk peserta, khususnya di kalangan masyarakat sekitar dan mahasiswa, dengan harapan mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga antara 10 hingga 20 persen.
Pelaksanaan kegiatan mengintegrasikan tiga komponen utama, yaitu private coaching melalui bimbingan intensif satu per satu mengenai penyusunan Business Model Canvas, pendampingan inkubasi berupa praktik pengembangan produk kuliner, serta pemberian stimulus bantuan modal kerja yang dapat dimanfaatkan peserta untuk pengadaan alat produksi maupun bahan baku sesuai kebutuhan usahanya.
Hasil monitoring dan evaluasi pada pertengahan Juni 2026 menunjukkan bahwa peserta mulai mengimplementasikan strategi yang telah disusun dalam Business Model Canvas. Beberapa perubahan yang terlihat antara lain peningkatan perhatian terhadap aspek kebersihan produk sebagai nilai tambah usaha serta upaya membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan melalui pelayanan yang lebih ramah dan komunikatif.
Ketua pelaksana kegiatan, Nisfatul Izzah, S.E., M.A., menjelaskan bahwa pendampingan yang bersifat personal menjadi kunci dalam membantu peserta memahami konsep bisnis dan menerapkannya secara nyata.
“Kami tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mendampingi peserta secara langsung agar mampu menerjemahkan perencanaan bisnis ke dalam praktik usaha sehari-hari. Harapannya, usaha yang dirintis dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan keluarga,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari lahirnya usaha baru, tetapi juga dari kemampuan peserta dalam mengelola bisnis secara mandiri dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.
“Melalui inkubasi bisnis dan pemberian stimulus alat produksi maupun modal kerja, kami ingin membangun fondasi kewirausahaan yang kuat bagi para perempuan, sehingga mereka memiliki kepercayaan diri dan kapasitas untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan,” tambahnya.
Program pengabdian ini dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pendampingan fleksibel dengan metode home visit, serta evaluasi dampak ekonomi untuk memastikan keberlanjutan hasil kegiatan. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari komitmen UWM dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, UWM berharap lahir semakin banyak pelaku usaha mikro yang tangguh dan mandiri, sehingga mampu berkontribusi pada penguatan ekonomi keluarga serta pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.