Home
news
Pendampingan Eksklusif UWM Dorong Digitalisasi Pemasaran dan Penjualan Pedagang Angkringan dan Soto Gerobakan di Kawasan Batas Kota

Pendampingan Eksklusif UWM Dorong Digitalisasi Pemasaran dan Penjualan Pedagang Angkringan dan Soto Gerobakan di Kawasan Batas Kota

news Kamis, 2026-06-25 - 09:43:33 WIB

Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) melaksanakan program Pendampingan Eksklusif: Manajemen Pemasaran dan Penjualan pada Pedagang Angkringan dan Soto Gerobakan di Area Kampus Batas Kota. Kegiatan ini dipimpin oleh dosen Program Studi Manajemen, Nany Noor Kurniyati, S.E., M.M., M.Sc., dengan melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi.

Program pendampingan dilaksanakan mulai 20 April 2026 hingga pertengahan Juni 2026 di RT 03 Sonopakis Lor, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, yang merupakan kawasan strategis di sekitar Kampus Terpadu UWM dan berbatasan dengan wilayah Kota Yogyakarta serta Kabupaten Sleman. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial pelaku usaha mikro, khususnya dalam bidang pemasaran dan penjualan, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika pasar.

Perkembangan kawasan perkotaan dan meningkatnya persaingan dengan usaha kuliner modern menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang angkringan dan soto gerobakan. Selain menghadapi keterbatasan modal kerja, sebagian pelaku UMKM masih mengandalkan metode pemasaran konvensional dan belum memanfaatkan teknologi digital secara optimal untuk mendukung pengembangan usahanya.

Melalui pendekatan Experimental Learning dan Micro-Mentoring, tim pengabdian memberikan pendampingan secara langsung kepada para pelaku usaha dalam mengimplementasikan strategi pemasaran dan penjualan berbasis digital. Pendampingan meliputi pembuatan dan optimalisasi Google Business Profile sehingga lokasi usaha dapat diakses dengan mudah melalui Google Maps, serta fasilitasi perluasan pasar melalui platform layanan pemesanan makanan daring seperti GoFood.

Selain aspek digitalisasi, program ini juga mendorong penerapan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS. Meskipun implementasinya masih menghadapi beberapa kendala administratif pada sebagian peserta, edukasi mengenai pentingnya transaksi digital tetap diberikan sebagai bekal untuk mendukung pengembangan usaha di masa mendatang.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan usaha, tim pengabdian turut memberikan stimulus yang difokuskan pada penyediaan bahan baku produksi. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM menjaga kualitas produk sekaligus meningkatkan stabilitas operasional usaha di tengah fluktuasi harga bahan baku.

Hingga pertengahan Juni 2026, program ini telah menunjukkan capaian yang positif. Seluruh UMKM binaan berhasil melakukan digitalisasi lokasi usaha melalui Google Business Profile, sementara sebagian di antaranya telah memanfaatkan platform penjualan daring untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan akses kepada konsumen.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, UWM terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat. Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM lokal, mendorong transformasi digital sektor usaha mikro, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kampus.


Share Berita