Oleh: Intan Permatasari, S.T., M.Sc., Dosen Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta
Punya waktu berkualitas bersama keluarga tanpa terganggu urusan kampus itu jauh lebih mahal harganya. Itulah Unspoken Rizz, yaitu kemampuan untuk benar-benar menikmati momen bersama keluarga, tanpa sedikit pun terdistraksi oleh notifikasi grup WhatsApp kampus. Di dunia pendidikan yang makin kompetitif, seharusnya kamu tahu kapan harus istirahat adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan mental dan fisikmu. Istirahat yang cukup terbukti bisa menurunkan hormon stres (kortisol), mencegah burnout, dan meriset otak agar kamu bisa kembali berpikir jernih.
Dosen yang punya unspoken rizz tidak perlu membuktikan dedikasinya dengan membalas bimbingan di hari pertama Lebaran. Sebaliknya, mereka memberikan jeda kepada mahasiswa dan diri sendiri. Dosen yang tidak sibuk cek kerjaan di waktu Lebaran justru kelihatan lebih berwibawa. Secara kesehatan, jeda ini sangat penting untuk menjaga kualitas tidur dan daya tahan tubuh agar tidak drop setelah jadwal mengajar yang padat.
Bagi mahasiswa, unspoken rizz muncul saat mereka ditanya "kapan lulus?" oleh kerabat, tapi tetap bisa merespons dengan senyum santai tanpa perlu curhat soal dosen pembimbing yang sulit ditemui. Mereka tidak merasa perlu laptop-shaming (pamer kerja di tengah keramaian) untuk terlihat rajin. Mahasiswa yang cerdas tahu bahwa istirahat yang cukup saat Lebaran dapat meningkatkan fokus dan kreativitas. Pikiran yang jernih jauh lebih efektif untuk menyelesaikan skripsi daripada memaksakan diri bekerja saat kondisi mental sedang lelah.
Tenaga Kependidikan (tendik) memastikan semua sistem administrasi aman sebelum cuti Lebaran dimulai. Unspoken rizz seorang tendik adalah saat semua urusan sudah set and forget sebelum Lebaran, sehingga mereka bisa menikmati sajian makanan Lebaran tanpa gangguan dari grup Whatsapp. Membereskan kerjaan di awal membuat mereka beristirahat juga lebih awal, hal itu sangat baik untuk metabolisme tubuh dan mengurangi ketegangan saraf akibat beban kerja administratif.
Lebaran bukan ajang balap produktivitas. Real rizz adalah saat kamu bisa menikmati momen tanpa perlu validasi dari pekerjaan. Jangan biarkan urusan akademik mencuri kesehatanmu. Saat kamu bisa menghargai waktu istirahat, di situlah kamu menjadi insan pendidikan yang berkualitas.
Selamat Idul Fitri. Matikan notifikasi, nyalakan koneksi hati.