Home
news
UMKM Banyuraden Diperkuat, Produksi dan Pemasaran Digital Digenjot

UMKM Banyuraden Diperkuat, Produksi dan Pemasaran Digital Digenjot

news Selasa, 2026-09-08 - 18:36:57 WIB

Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui Program Hibah Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) di Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (4/9) ditandai dengan serah terima bantuan alat produksi kepada mitra kegiatan, yang kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pemasaran digital.

Bantuan alat produksi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas produksi dan efisiensi usaha mitra. Penyerahan alat tidak hanya diposisikan sebagai pemberian sarana produksi, tetapi menjadi bagian dari rangkaian intervensi program yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan keberlanjutan usaha masyarakat.

Program PDB UWM yang didanai Ditjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek mendorong mitra tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mampu memasarkan produk secara digital secara mandiri. Kegiatan diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P., bersama tim yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Dwiyati Pujimulyani, M.P. dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta, serta dosen UWM Dyah Titin Laswati, S.TP., M.P. dan Kristiana Sri Utami, S.E., M.M.

Setelah prosesi serah terima bantuan alat produksi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pemasaran digital. Pelatihan dirancang dengan pendekatan praktik langsung. Peserta tidak hanya menerima materi mengenai pemasaran digital, tetapi juga diajak membuat konten promosi produk secara langsung.

Dalam sesi praktik, peserta belajar menyusun materi promosi, mengambil gambar produk, membuat konten yang menarik, serta menyesuaikannya dengan media digital yang digunakan untuk menjangkau konsumen. Peserta kemudian mempraktikkan sendiri proses pembuatan dan publikasi konten.

Pendekatan praktik tersebut membuat peserta dapat langsung melihat dan mencoba bagaimana produk mereka dapat dipromosikan melalui media digital. Dengan demikian, pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat segera diterapkan untuk mendukung kegiatan usaha.

“Pelatihan ini kami arahkan agar peserta tidak hanya memahami pemasaran digital secara teori. Mereka langsung membuat konten dan mempraktikkannya untuk produk mereka sendiri. Harapannya, setelah kegiatan selesai, mereka sudah memiliki kemampuan yang dapat langsung digunakan untuk memasarkan produknya,” ujar Prof. Ambar.

Menurut Porf. Ambar, pemberian bantuan alat produksi dan peningkatan kemampuan pemasaran perlu dilakukan secara terpadu. Sarana produksi dapat membantu meningkatkan kapasitas dan efisiensi usaha, sedangkan kemampuan pemasaran digital diperlukan agar produk memiliki akses pasar yang lebih luas.

Program PDB di Banyuraden secara konsisten diarahkan pada penguatan kapasitas mitra melalui kombinasi peningkatan teknologi produksi, pengembangan produk, penguatan kemasan dan branding, serta pemasaran digital. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat posisi kelompok usaha masyarakat di pasar.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk implementasi peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, UWM berupaya memastikan bahwa bantuan dan pelatihan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi mitra.

Keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan alat atau terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari kemampuan mitra dalam mengoperasikan alat, meningkatkan proses produksi, menghasilkan produk yang lebih kompetitif, serta memasarkan produk secara mandiri melalui kanal digital.

Dengan demikian, kegiatan PDB Banyuraden Tahun 2026 diharapkan dapat terus mendorong terbentuknya usaha masyarakat yang semakin produktif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan memiliki akses pasar yang lebih luas.

 


Share Berita