Home
news
Seminar Kepemimpinan Muda UWM: Membentuk Pemimpin Berkarakter Lewat Kearifan Budaya Mataram

Seminar Kepemimpinan Muda UWM: Membentuk Pemimpin Berkarakter Lewat Kearifan Budaya Mataram

news Sun, 2025-07-13 - 13:26:37 WIB

Dalam rangka memperkuat karakter kepemimpinan mahasiswa, Program Studi Manajemen Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menyelenggarakan seminar bertajuk “Kepemimpinan Muda Berbasis Nilai dan Karakter Budaya Mataram” pada Sabtu (12/7) di Kampus Terpadu UWM, Banyuraden, Gamping, Sleman. Seminar ini menghadirkan tokoh nasional Andie Kartala yang saat ini menjabat Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai pembicara utama. Acara ini dipandu oleh Dr. Bangun Putra Prasetya, M.Sc., M.M, dosen Program Studi Manajemen, serta dibuka dengan sambutan dari Dr Jumadi,S.E., M.M. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Kristiana Sri Utami, S.E., M.M, Ketua Program Studi Manajemen.

Dr. Jumadi menyampaikan bahwa kepemimpinan muda adalah fondasi masa depan bangsa, yang harus siap membawa perubahan melalui karakter, dan aksi nyata. Sementara itu, Kristiana dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari strategi pendidikan karakter yang diintegrasikan dalam kurikulum Program Studi Manajemen. Kristiana berharap para mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga matang dalam nilai dan perilaku kepemimpinan.

“Seminar ini kami rancang sebagai bekal nyata bagi mahasiswa. Agar ketika mereka lulus nanti, mereka membawa nilai-nilai Mataram ke dalam praktik kepemimpinan—dimanapun mereka berada, baik di sektor publik, swasta, maupun komunitas sosial,” jelas Kristiana.

Dalam pemaparan selama seminar, Andie menyampaikan bahwa kepemimpinan yang hanya mengandalkan kecerdasan intelektual atau kemampuan teknis tidak cukup untuk menjawab kompleksitas zaman. Andie menegaskan bahwa nilai dan karakter adalah fondasi utama dalam membentuk pemimpin yang tangguh dan berintegritas.

“Pemimpin itu bukan hanya orang yang mampu berbicara di depan publik atau memenangkan jabatan. Pemimpin sejati adalah mereka yang memiliki integritas, menghargai proses, dan bertindak berdasarkan nilai. Budaya Mataram mengajarkan prinsip-prinsip itu—tentang bagaimana menghargai orang lain, menjaga martabat, dan memimpin dengan hati,” ujarnya dengan penuh penekanan.

Lebih lanjut, Andie menyoroti pentingnya membangun kepemimpinan sejak usia muda, terutama di lingkungan pendidikan tinggi. Menurutnya, mahasiswa harus mulai melihat kepemimpinan bukan sebagai ambisi meraih posisi, tetapi sebagai proses menjadi pribadi yang layak diikuti dan diteladani.

“Kita hidup di tengah dunia yang cepat berubah. Di situ, pemuda bisa menjadi agen perubahan. Tapi perubahan yang dibawa tidak boleh meninggalkan akar budaya. Budaya Mataram, yang menjunjung tinggi etika, kesantunan, dan tanggung jawab sosial, adalah aset luar biasa dalam membentuk karakter pemimpin masa depan,” lanjutnya.

Andie juga menekankan bahwa dalam konteks demokrasi dan pengawasan pemilu, karakter pemimpin sangat menentukan arah kebijakan publik. Tanpa nilai-nilai luhur, pemimpin mudah tergelincir dalam kepentingan sesaat dan korupsi kekuasaan.

Moderator acara, Dr. Bangun Putra Prasetya, mengajak peserta untuk merefleksikan pentingnya memadukan ilmu manajemen modern dengan nilai-nilai lokal. Bangun menegaskan bahwa budaya bukan penghambat kemajuan, melainkan dasar yang justru memperkuat ketahanan moral seorang pemimpin.

Seminar ini diikuti oleh mahasiswa dan civitas akademika UWM. Diskusi berlangsung interaktif, dengan pertanyaan-pertanyaan kritis dari peserta tentang tantangan kepemimpinan generasi muda di era digital dan globalisasi. Acara ini diakhiri dengan pesan penutup dari Andie, “Jadilah pemimpin yang hadir bukan karena ambisi, tapi karena nilai. Karena pemimpin yang bernilai, akan terus relevan di sepanjang zaman.”


Share Berita