Dosen Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Nisfatul Izzah, S.E., M.A. dari Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi bersama Dr. Oktiva Anggraini, S.I.P., S.Pd., M.Si. dari Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, mengungkap bahwa konsep laba bersih yang dipahami oleh pedagang perempuan garam dan petis di Madura tidak hanya diukur dari selisih pendapatan dan biaya, tetapi juga mencakup nilai-nilai sosial, spiritual, dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Temuan tersebut diperoleh melalui penelitian yang dilakukan di Pasar Tradisional Sampang serta sejumlah pusat oleh-oleh di Madura, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana para pedagang perempuan membangun pemahaman mengenai laba bersih dalam praktik usaha sehari-hari dengan berlandaskan nilai-nilai budaya Madura.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pedagang belum menerapkan standar akuntansi formal seperti Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Meski demikian, mereka memiliki sistem pencatatan dan perhitungan sederhana yang mampu menggambarkan kondisi usaha berdasarkan pengalaman, kebiasaan, serta nilai-nilai lokal.
Dalam praktiknya, keuntungan usaha tidak hanya dipahami sebagai hasil finansial, tetapi juga dihubungkan dengan keberkahan rezeki, kesejahteraan keluarga, serta kemampuan memenuhi kewajiban sosial, seperti zakat dan sedekah. Bagi para pedagang, usaha yang memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat dianggap sebagai bentuk laba yang sesungguhnya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pedagang perempuan, dokumentasi, serta pencatatan transaksi harian. Seluruh data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan perspektif para partisipan.
Menurut tim peneliti, temuan ini menunjukkan bahwa praktik akuntansi di tingkat usaha mikro tidak dapat dipisahkan dari konteks budaya masyarakat. Nilai-nilai seperti kerja keras, tanggung jawab terhadap keluarga, dan prinsip keberkahan menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan ekonomi para pedagang.
Melalui penelitian ini, diharapkan pengembangan ilmu akuntansi di Indonesia semakin memperhatikan pendekatan berbasis budaya lokal. Selain memperkaya khazanah penelitian akademik, hasil penelitian juga diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan standar akuntansi yang lebih adaptif terhadap karakteristik pelaku UMKM di berbagai daerah yang memiliki kearifan lokal.