Home
news
Prof. Edy: Pertumbuhan Ekonomi DIY 5,75 Persen, Pemerataan Jadi Tantangan 2027

Prof. Edy: Pertumbuhan Ekonomi DIY 5,75 Persen, Pemerataan Jadi Tantangan 2027

news Rabu, 2026-10-28 - 10:02:24 WIB

Perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tumbuh 5,75 persen pada triwulan II 2026, tertinggi di Pulau Jawa. Namun, pemerataan kesejahteraan, penguatan UMKM, dan peningkatan produktivitas masih menjadi tantangan menuju 2027.

Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., dalam pemaparan bertajuk “Ketahanan Ekonomi DIY 2027: Dinamika Menghadapi Perubahan, Inovasi Menciptakan Pertumbuhan” di Grand Hotel De Djokja, Selasa (27/10).

“Ketahanan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari tingginya pertumbuhan. Daerah juga harus mampu bertahan menghadapi guncangan, beradaptasi terhadap perubahan, dan menciptakan sumber pertumbuhan baru,” ujar mantan ketua forum rektor indonesia ini.

Data yang dipaparkan menunjukkan tingkat kemiskinan DIY pada Maret 2026 sebesar 9,70 persen, dengan rasio Gini 0,411. Sementara itu, sektor akomodasi dan makan minum tumbuh 10,56 persen, memperlihatkan potensi pariwisata dan kuliner sebagai penggerak ekonomi daerah.

Prof. Edy menyoroti pentingnya penguatan UMKM yang mencakup 98,72 persen unit usaha di DIY. Menurutnya, akses pembiayaan, digitalisasi transaksi, dan penguatan rantai pasok lokal perlu berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas.

“Pembiayaan perlu diarahkan pada kegiatan usaha yang produktif, dengan mempertimbangkan arus kas, kemampuan membayar, dan potensi peningkatan nilai tambah,” imbuhnya.

Ia juga menekankan potensi budaya dan inovasi sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, perbankan, dan dunia usaha diperlukan untuk mengembangkan produk lokal, memperluas pasar, serta mengubah hasil riset menjadi produk bernilai tambah.

“Budaya tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga dapat menjadi kekuatan ekonomi apabila manfaatnya dirasakan oleh pelaku budaya dan masyarakat,” pungkas ketua Umum MES DIY.

Prospek ekonomi DIY pada 2027 dinilai cukup cerah, meskipun tetap dipengaruhi dinamika ekonomi global dan kondisi nasional. Karena itu, investasi produktif, tata kelola yang baik, inovasi berkelanjutan, dan pemerataan manfaat pembangunan menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

“Pertumbuhan ekonomi harus diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya angka pertumbuhan, tetapi juga manfaat nyata yang dirasakan warga,” pungkasnya.


Share Berita