Home
news
Menggapai Husnul Khotimah Dunia dan Akhirat: Khutbah Jumat di Religious Center Widya Nusantara

Menggapai Husnul Khotimah Dunia dan Akhirat: Khutbah Jumat di Religious Center Widya Nusantara

news Senin, 2025-07-28 - 12:06:19 WIB

Semangat untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat menjadi tema sentral dalam khutbah Jumat yang disampaikan oleh Dr. Mukhijab, M.A., Dosen sekaligus Ketua Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta pada Jumat (18/7). Khutbah berlangsung di Religious Center Widya Nusantara, Kampus Terpadu UWM, dan dihadiri oleh sivitas akademika kampus.

Dengan mengangkat tema "Cita-cita Husnul Khotimah Dunia dan Akhirat", Dr. Mukhijab menjelaskan secara mendalam makna dari husnul khotimah, yaitu akhir kehidupan yang baik, yang bukan hanya mencakup aspek ukhrawi semata, tetapi juga duniawi. Merujuk pada Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 200–202, Dr. Mukhijab memaparkan adanya dua golongan manusia: mereka yang hanya mengejar kesuksesan duniawi, dan mereka yang mengintegrasikan keberhasilan dunia dan akhirat dalam satu tarikan nafas spiritual.

“Kesuksesan sejati adalah keberhasilan menyatukan kebutuhan imanen dan transenden. Doa yang berbunyi ‘Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina adzaban nar’ adalah refleksi dari cita-cita yang seimbang antara dunia dan akhirat,” ujar Dr. Mukhijab.

Dalam khutbahnya, Dr. Mukhijab mengingatkan bahwa akhir yang baik harus diawali dengan proses hidup yang baik pula. Ia mengutip hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Tirmidzi: “Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hambanya, maka Allah memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum meninggal dunia.”

Khutbah juga menyinggung pentingnya memahami bahwa capaian duniawi—seperti karier, kekayaan, dan kesehatan—bukanlah semata hasil kerja keras manusia, melainkan merupakan anugerah dari Allah SWT. Hal ini ditegaskan dalam QS. An-Nisa ayat 79 yang berbunyi: “M? a??baka min ?asanatin fa minall?h” (segala kebaikan yang kamu peroleh berasal dari Allah).

Untuk memberikan contoh konkret, Dr. Mukhijab mengisahkan perjalanan hidup Abdurrahman bin Auf, sahabat Nabi Muhammad SAW, sebagai representasi sempurna dari pribadi yang sukses dunia dan akhirat. Bermula dari seorang pengusaha sukses di Makkah, Abdurrahman rela melepaskan seluruh hartanya demi berhijrah dan memulai hidup baru di Madinah dalam kondisi miskin. Namun berkat kerja keras, etika bisnis yang kuat, dan iman yang kokoh, ia kembali menjadi konglomerat sekaligus dermawan besar yang hartanya digunakan untuk dakwah dan kebaikan umat.

“Abdurrahman bin Auf tidak membiarkan dirinya diperbudak dunia. Ia menatap akhirat dengan penuh harap dan ketulusan. Ia menjadi contoh sahabat Nabi yang berhasil meraih husnul khotimah dunia-akhirat,” papar Dr. Mukhijab dengan penuh penekanan.

Khutbah ini ditutup dengan ajakan reflektif kepada jamaah untuk menginternalisasi nilai-nilai spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Dr. Mukhijab, dalam dunia akademik pun, keseimbangan antara pencapaian duniawi dan orientasi ukhrawi penting untuk dijaga.

Religious Center Widya Nusantara UWM menjadi ruang strategis dalam membina keislaman dan keilmuan di tengah kampus. Kegiatan khutbah Jumat ini menjadi bagian dari agenda pembinaan ruhani mahasiswa dan dosen agar mampu menjadi insan paripurna yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat dalam menggapai husnul khotimah.


Share Berita