Home
news
Mahasiswa Fakultas Hukum UWM Belajar Filosofi Budaya Nusantara di Ulun Danu dan Tanah Lot, Dalami Nilai Tri Hita Karana dan Hamemayu Hayuning Bawana

Mahasiswa Fakultas Hukum UWM Belajar Filosofi Budaya Nusantara di Ulun Danu dan Tanah Lot, Dalami Nilai Tri Hita Karana dan Hamemayu Hayuning Bawana

news Sun, 2026-10-25 - 23:36:04 WIB

 

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta melaksanakan kunjungan edukatif ke Pura Ulun Danu Beratan pada Kamis (22/10) dan kawasan Pura Tanah Lot pada Sabtu (24/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran filosofi budaya Nusantara, khususnya mengenai keselarasan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa berkesempatan melihat secara langsung bagaimana nilai-nilai budaya dan spiritual masyarakat Bali tercermin dalam kehidupan, tradisi, serta pelestarian lingkungan di kawasan pura. Pembelajaran ini tidak hanya dilakukan melalui kajian teoritis, tetapi juga melalui pengamatan langsung terhadap praktik nilai budaya yang masih dijaga oleh masyarakat.

Salah satu filosofi utama yang dipelajari adalah Tri Hita Karana, yaitu konsep keseimbangan dan keharmonisan yang mencakup tiga hubungan utama: parahyangan (hubungan manusia dengan Tuhan), pawongan (hubungan antarmanusia), dan palemahan (hubungan manusia dengan alam lingkungan).

Nilai tersebut tercermin dalam keberadaan tempat-tempat suci, praktik kehidupan masyarakat, serta hubungan antara tradisi keagamaan dan lingkungan alam Bali. Pura Ulun Danu Beratan yang berada di kawasan Danau Beratan dan Pura Tanah Lot yang berdiri di kawasan pesisir menjadi ruang pembelajaran untuk memahami bagaimana alam, kebudayaan, dan spiritualitas saling berkaitan dalam kehidupan masyarakat.

Filosofi tersebut memiliki relevansi dengan nilai budaya yang berkembang di Yogyakarta, yakni Hamemayu Hayuning Bawana. Falsafah ini mengandung semangat menjaga, memperindah, dan melestarikan keselamatan serta keharmonisan dunia. Manusia tidak hanya dituntut untuk hidup bagi kepentingan dirinya sendiri, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga kehidupan bersama dan kelestarian alam.

Meskipun lahir dari latar budaya yang berbeda, Tri Hita Karana dan Hamemayu Hayuning Bawana memperlihatkan titik temu berupa penghormatan terhadap kehidupan, keseimbangan hubungan manusia dengan lingkungannya, serta tanggung jawab moral untuk menjaga keharmonisan dunia.

Bagi UWM, pembelajaran ini menjadi penting karena pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada penguatan karakter dan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya bangsa. Mahasiswa diajak memahami bahwa filosofi budaya Nusantara bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan sumber nilai yang tetap relevan dalam menjawab tantangan kehidupan modern.

Kunjungan ke Ulun Danu Beratan dan Tanah Lot sekaligus menjadi sarana untuk memperluas perspektif mahasiswa mengenai keberagaman budaya Indonesia. Setiap daerah memiliki tradisi dan ekspresi kebudayaan yang khas, tetapi nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dapat menjadi landasan bersama untuk membangun kehidupan yang harmonis, berkelanjutan, dan berkeadaban.

Melalui kegiatan ini, UWM menegaskan pentingnya pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan pengalaman nyata dan kearifan lokal. Semangat tersebut sejalan dengan upaya merawat identitas budaya Nusantara serta menanamkan kesadaran bahwa menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan merupakan tanggung jawab bersama.


Share Berita