Home
news
Program Studi Teknologi Pangan UWM Perkuat Klub Sains dan Mini Riset Kolaboratif SMA Negeri 1 Imogiri

Program Studi Teknologi Pangan UWM Perkuat Klub Sains dan Mini Riset Kolaboratif SMA Negeri 1 Imogiri

news Sabtu, 2026-10-24 - 12:44:33 WIB

Penguatan budaya ilmiah di kalangan pelajar sekolah menengah dilakukan melalui program Titik Kumpul Sains dan Teknologi Berbasis Potensi Agrowisata dan Ekokreatif di SMA Negeri 1 Imogiri, Bantul, Kamis (22/10). Program yang berkolaborasi dengan Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, ini bertujuan meningkatkan minat dan kemampuan riset siswa melalui pemanfaatan potensi lokal.

Program ini didukung Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi melalui Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026. Kolaborasi SMA Negeri 1 Imogiri dan UWM diharapkan menjadi langkah untuk menumbuhkan budaya riset sejak sekolah menengah sekaligus mempersiapkan generasi muda yang kritis, kreatif, dan mampu memanfaatkan sains untuk menjawab tantangan di lingkungannya.

Kegiatan yang berlangsung di aula SMA Negeri 1 Imogiri tersebut diawali dengan sambutan Kepala Sekolah Sumaryoto, S.Pd., M.Pd., kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan kick-off program oleh Ketua Riset, Dr. Masrukan, M.Sc.

Masrukan menjelaskan, program ini dirancang agar siswa tidak hanya mempelajari sains secara teoretis, tetapi juga mengenal proses penelitian secara langsung, mulai dari pengamatan dan eksperimen hingga analisis data serta penarikan kesimpulan berdasarkan bukti ilmiah.

“Program ini bertujuan meningkatkan minat, partisipasi, dan kapasitas berpikir ilmiah siswa melalui pengalaman langsung dalam riset teknologi pangan berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat jalur pengembangan talenta sains dan teknologi yang menghubungkan pendidikan menengah dengan perguruan tinggi,” ujarnya.

Salah satu materi yang diperkenalkan adalah pengembangan pangan fungsional melalui formulasi yoghurt. Siswa diperkenalkan pada teknologi fermentasi pangan serta pentingnya analisis kualitatif dan kuantitatif untuk mengkaji karakteristik dan mutu produk. Pendekatan ini diharapkan membantu siswa memahami bahwa inovasi pangan perlu didukung pengamatan sistematis, pengukuran, dan interpretasi data.

Selain pengembangan pangan fungsional, program ini mengangkat potensi agrowisata dan ekokreatif sebagai sumber inspirasi penelitian. Melalui penguatan klub sains dan mini riset kolaboratif, siswa didorong mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, serta keterampilan bekerja sama untuk menghasilkan gagasan inovasi berbasis potensi lokal.

 


Share Berita