Peringatan Dies Natalis ke-42 Universitas Widya Mataram (UWM) semakin semarak dengan digelarnya lomba tumpeng. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Ndalem Mangkubumen Kampus 1 UWM pada Jumat (04/10) dan diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa UWM. Para peserta lomba mewakili fakultas, lembaga, maupun organisasi mahasiswa yang ada di lingkungan UWM, dengan total sembilan kelompok yang turut serta dalam kompetisi ini.
Rektor UWM Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam sambutannya menyampaikan bahwa Tradisi tumpengan memiliki beragam makna yang mendalam. Filosofi "metu lan mempeng" mengajarkan pentingnya melakukan segala sesuatu dengan totalitas, atau all out, sebagai wujud komitmen yang penuh. Di sisi lain, tumpengan juga menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan hasil alam serta sebagai ungkapan keselarasan, persatuan, dan keharmonisan hidup. Dalam perayaan Dies Natalis ke-42 ini, rasa syukur semakin besar meski tantangan yang dihadapi juga tidak sedikit. “Tantangan memang banyak, namun dengan bersyukur dan menjaga keharmonisan, kita dapat terus melangkah maju dan memberikan yang terbaik”, ujarnya.
Peserta kegiatan ini wajib mempersiapkan tumpeng dalam waktu yang telah ditentukan. Bertindak sebagai juri dalam lomba tumpeng ini adalah Emy Rohayati, S.H., yang merupakan istri Rektor UWM, Sekretaris Paniradya Kaistimewaan DIY Ariyanti Luhur Tri Setyarini, S.H., M.H., dan Purwidyastuti yang merupakan Istri Lurah Kadipaten.
Lomba tumpeng ini menjadi ajang untuk meningkatkan keterampilan dekorasi dan presentasi bagi peserta. Dan juga merupakan sarana untuk memperkenalkan dan mempromosikan budaya Indonesia kepada mahasiswa dari berbagai latar belakang.
©HumasUWM