Religious Center Widya Nusantara Kampus Terpadu Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta rutin menyelenggarakan Salat Jumat berjamaah yang diikuti sivitas akademika, mahasiswa, serta masyarakat sekitar kampus. Pada pelaksanaan Jumat (21/11) ini, Khatib sekaligus Imam yang bertugas adalah Bagus Anwar Hidayatullah, S.H., M.H., M.Sc., dosen Program Studi Hukum sekaligus Wakil Dekan I Fakultas Hukum.
Dalam khutbah yang bertema “Pancasila dalam Perspektif Filsafat Hukum Islam”, Bagus menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara yang universal, tetapi juga memiliki relevansi filosofis mendalam dengan ajaran Islam. Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila selaras dengan maqasid syari'ah, ushul fiqh, serta etika sosial dalam hukum Islam. Pandangan itu menegaskan bahwa Islam dan Pancasila bukanlah dua entitas yang saling bertentangan, melainkan saling menguatkan dalam konteks kebangsaan Indonesia.
Lebih lanjut, Bagus menjabarkan bahwa sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mencerminkan pondasi tauhid yang menjadi inti ajaran Islam. Sila kedua tentang kemanusiaan menurutnya selaras dengan prinsip takrim al-insan atau penghormatan terhadap martabat manusia. Sila ketiga tentang persatuan memiliki kesamaan dengan konsep ittihad dan ukhuwwah, sedangkan sila keempat yang mengajarkan musyawarah sejalan dengan prinsip syura dalam ketatanegaraan Islam. Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mewujudkan tujuan akhir maqasid syari’ah, yaitu al-adl (keadilan) dan al-maslahah (kemaslahatan umum).
Bagus menekankan bahwa mengamalkan Pancasila bagi umat Islam Indonesia sejatinya merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai syariat dalam kehidupan berbangsa. Melalui penguatan etika, keadilan, persatuan, dan musyawarah, umat Islam memberikan kontribusi nyata dalam menjaga peradaban Indonesia yang damai, bermartabat, dan berkeadilan.
Pelaksanaan ibadah Jumat di UWM ini kembali mempertegas komitmen kampus dalam membangun lingkungan akademik yang religius, moderat, dan berwawasan kebangsaan. Pihak Religious Center Widya Nusantara berharap kajian khutbah ini mampu memperkaya pemahaman sivitas akademika terhadap hubungan harmonis antara nilai-nilai keislaman dan ideologi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.