Home
news
Dr. Yuswanto: Transformasi Human Capital Menjadi Pencipta Nilai Berbasis Kemanusiaan dalam Menghadapi Disrupsi AI

Dr. Yuswanto: Transformasi Human Capital Menjadi Pencipta Nilai Berbasis Kemanusiaan dalam Menghadapi Disrupsi AI

news Rabu, 2026-05-06 - 23:06:53 WIB

Di tengah akselerasi kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi yang mendisrupsi tatanan industri global, paradigma pengelolaan sumber daya manusia dituntut untuk berevolusi secara radikal. Dr. Yuswanto Hery Purnama, S.E., M.M., CHRM., dosen Program Studi Magister Manajemen (MM) Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, menegaskan bahwa organisasi harus bergeser dari sekadar memandang manusia sebagai "pusat biaya" (cost center) menuju pendekatan Human Capability yang menempatkan manusia sebagai pencipta nilai utama yang bermartabat.

?"Kita tidak boleh lagi mereduksi manusia hanya sebagai faktor produksi. Di era mesin kognitif ini, manusia adalah tujuan akhir pembangunan. Investasi pada kapasitas emosional dan kognitif bukan sekadar keputusan finansial yang rasional, melainkan tindakan etis yang mendasar," ujarnya di Kampus Terpadu UWM, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (4/5).

Lebih lanjut, ia memperingatkan adanya skills bottleneck. "Keterampilan yang paling dicari saat ini bukan sekadar coding, melainkan empati, kepemimpinan, dan penalaran etis, atribut yang menjadi benteng manusia terhadap invasi AI," tegasnya.

Kesenjangan literasi digital masih menjadi pekerjaan rumah besar, dimana penetrasi internet masih terpusat sebesar 58,76% di Pulau Jawa. "Pemerintah telah merespons melalui Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional 2025-2029 dan doktrin "Triple Readiness" yaitu Kesiapan Teknis, Pematangan Soft Skills, Kesiapan Masuk Pasar," kata Yuswanto.

Sebagai solusi unik di Indonesia, ia menekankan pentingnya nilai "Gotong Royong". "Budaya kolektif ini terbukti efektif menekan technophobia (kecemasan terhadap teknologi) melalui sistem pendampingan sejawat antara pekerja senior dan junior," tutupnya.


Share Berita