Home
news
Dies Natalis Ke-43 UWM Diawali dengan Tanam Pohon; Implementasi Sikap Hamemayu Hayuning Bawono

Dies Natalis Ke-43 UWM Diawali dengan Tanam Pohon; Implementasi Sikap Hamemayu Hayuning Bawono

news Rabu, 2025-09-03 - 07:23:48 WIB

Dies Natalis ke-43 Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta ditandai dengan penanaman empat pohon tanjung dan tiga pohon kepel di lingkungan Kampus Terpadu UWM Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman pada Selasa (2/9).

Penanaman pohon ini sebagai implementasi dari Filosofi Hamemayu Hayuning Bawono yang bermakna memelihara, memperindah, dan melestarikan alam. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi suatu gerakan sivitas akademika dan tenaga kependidikan UWM untuk melakukan penghijauan dan menjaga kehidupan yang harmoni dengan alam.

Prof. Edy dalam sambutannya menyampaikan, tema dies natalis kali ini menegaskan komitmen UWM dalam memperkuat kualitas akademik sekaligus membangun watak luhur civitas akademika.

“Bayangkan kalau rutin dilakukan oleh mahasiswa, dosen, dan tendik (tenaga kependidikan) UWM di lokasi masing-masing, dan pasti ini sangat bermakna,” ujar Rektor UWM, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. yang sekaligus melaunching logo dies di Pendopo Agung.

“Kegiatan penanaman pohon di lingkungan kampus yang menjadi awal agenda dies natalis kali ini melambangkan tekad kita untuk menanamkan nilai?nilai keberlanjutan, sekaligus mempercantik ruang belajar yang hijau dan asri,” tambahnya.

Acara yang juga dihadiri oleh para wakil rektor, dekan, dan wakil dekan di lingkungan UWM ini sekaligus sebagai pembukaan rangkaian Dies Natalis yang mengusung tema “Revitalisasi UWM Menuju Perguruan Tinggi Unggul dan Berkarakter”.

Adapun sejumlah agenda lain dies yang akan digelar diantaranya Ziarah Makam Sri Sultan Hamengkubuwono IX, pahlawan nasional yang juga merupakan pendiri UWM, Fun Walk Dosen dan Karyawan UWM, Lomba Menghias Tumpeng, Lomba Olahraga, serta Lomba Debat Mahasiswa.

Dalam bidang akademik, panitia merencanakan menggelar kegiatan Sarasehan dan Seminar Nasional. Sedangkan bidang kebudayaan ditandai dengan Resital Sendratari bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Yogyakarta dan Festival Sendratari, kolaborasi dengan Disbud Provinsi DIY.

Sebagai puncak perayaan akan ditandai dengan Laporan Tahunan, Orasi Ilmiah, serta pemberian penghargaan bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa berpretasi.

Melalui momentum Dies Natalis ke-43, Rektor mengajak seluruh civitas akademika untuk mengambil peran aktif dalam setiap rangkaian kegiatan.

“Mari kita maknai Dies Natalis ke?43 ini sebagai momentum kebangkitan UWM yang unggul dalam keilmuan dan berkarakter dalam budi pekerti,” ucap mantan Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor ini.

Acara dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon kepel secara simbolis oleh Rektor, kemudian dilanjutkan oleh para wakil rektor. Pohon kepel merupakan tanaman yang identik dengan provinsi DIY. Pohon kepel menjadi flora identitas provinsi DIY yang ditetapkan melalui Keputusan Gubernur DIY No. 385/KPTS/1992 tentang Penetapan Identitas Flora dan Fauna DIY.

Nama pohon ini diambil dari bentuk buahnya yang dalam istilah Jawa disebut ‘sekepel’ atau hanya sebesar kepalan tangan. Pohon kepel juga cukup istimewa karena pohon ini menjadi salah satu vegetasi yang tumbuh di dalam lingkungan Keraton Yogyakarta.

Selanjutnya dilakukan penanaman bibit pohon tanjung oleh para dekan. Dalam etimologi Jawa, makna kata tanjung berarti menjunjung tinggi ajaran agama. Bunga pada pohon tanjung dapat dikumpulkan untuk mengharumkan pakaian, ruangan atau untuk hiasan. Kulit kayu pada pohon ini dapat direbus untuk digunakan sebagai obat demam.


Share Berita