Oleh: Dr. Bhenu Artha, S.E., M.M., Dosen Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi, Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta
Penggunaan Call Annie di Indonesia bukan sekadar “mungkin”, melainkan sangat relevan dan strategis sebagai solusi atas hambatan psikologis dalam pembelajaran bahasa Inggris. Secara pedagogis, Call Annie mengisi celah yang selama ini sulit diatasi di kelas konvensional Indonesia yaitu kecemasan berbicara (speaking anxiety).
Dalam budaya belajar kita, ketakutan akan penilaian orang lain sering kali menghambat siswa untuk aktif berbicara. Call Annie hadir sebagai “zona aman” (low-stakes environment) yang memungkinkan siswa berlatih tanpa takut dihakimi.
Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of AI in Language Education (2025) berjudul “Exploring the Effects of an AI Chatbot on Emotional Engagement in English Speaking Lessons: Insights from Call Annie” menemukan bahwa: (1) Interaksi rutin dengan Call Annie meningkatkan tingkat Willingness to Communicate (WTC) atau keinginan untuk berkomunikasi pada siswa; (2) Siswa melaporkan peningkatan rasa percaya diri yang signifikan setelah menggunakan aplikasi ini sebagai tugas mandiri selama tiga minggu.
Dalam tinjauan teknologi di RELC Journal (2024), Wan & Moorhouse melalui artikel “Using Call Annie as a Generative Artificial Intelligence Speaking Partner for Language Learners” menjelaskan bahwa berbeda dengan chatbot teks, Call Annie menawarkan modalitas visual dan auditori yang meniru interaksi manusia asli. Hal ini membantu pembelajar mengembangkan kemampuan pragmatik (cara berbicara dalam konteks sosial) melalui avatar yang responsif.
Studi yang dipresentasikan di forum AsiaCALL International Conference Proceedings (2024) berjudul “An Investigation into Students’ Perception of Using Call Annie as a Virtual Conversational Partner” mencatat bahwa siswa merasa lebih santai karena mereka bisa mengontrol kecepatan percakapan. Meskipun ada kekhawatiran tentang “keaslian” budaya dari AI, mayoritas responden menganggapnya sebagai alat transisi yang efektif sebelum berbicara dengan penutur asli (native speakers).
Berdasarkan penelitian-penelitian tersebut, implementasi di Indonesia memiliki peluang besar karena di daerah dengan rasio guru-murid yang tidak seimbang, Call Annie bisa menjadi tutor privat 1-on-1 yang tidak terbatas waktu. Aplikasi ini tersedia di Android dan iOS. Aplikasi ini bisa diakses oleh mayoritas mahasiswa dan siswa di perkotaan Indonesia. Kendala utama di Indonesia tetap pada stabilitas koneksi internet untuk mode video call dan literasi digital dalam membedakan informasi yang akurat dari AI.
Call Annie berbeda dari chatbot teks biasa karena menawarkan beberapa pengalaman yaitu memberikan simulasi percakapan tatap muka yang lebih alami dibandingkan mengetik, dapat mengoreksi tata bahasa (grammar) dan memberikan saran pengucapan (pronunciation) secara langsung saat percakapan berlangsung, serta sangat efektif untuk mengatasi hambatan psikologis seperti rasa malu atau takut salah yang sering dialami pembelajar di Indonesia. Call Annie dapat dijadikan alat bantu yang sangat kuat, namun tidak boleh menggantikan peran guru sepenuhnya, melainkan bertindak sebagai mitra latihan untuk memperkuat apa yang dipelajari di kelas.