Upaya mendorong UMKM agar “naik kelas” terus digencarkan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, para pelaku usaha di Sonopakis Lor, Kapanewon Kasihan, Bantul, dibekali dua kunci utama menghadapi persaingan pasar: sertifikasi halal dan pemasaran digital.
Kegiatan yang didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UWM ini diikuti oleh 12 pelaku UMKM dan berlangsung interaktif. Tidak sekadar pelatihan biasa, program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi usaha sekaligus membuka peluang ekspansi pasar.
Dosen Program Studi Akuntansi UWM, Wuku Astuti, S.E., M.Ak., Akt., CA, menegaskan bahwa sertifikasi halal kini bukan lagi opsi tambahan, melainkan kebutuhan mendesak bagi pelaku usaha.
“Sertifikat halal itu bukan sekadar label. Ini adalah bentuk jaminan mutu yang langsung berdampak pada kepercayaan konsumen dan daya saing produk,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaku UMKM perlu memahami proses halal secara menyeluruh, mulai dari bahan baku, proses produksi, hingga legalitas sertifikasi agar produk mampu menembus pasar yang lebih luas.
Sementara itu, tantangan lain yang tak kalah penting datang dari sisi pemasaran. Dosen Kewirausahaan UWM sekaligus Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi, Niken Permata Sari, S.E., M.Sc., menyoroti pentingnya transformasi digital bagi UMKM.
“Kalau UMKM tidak masuk ke ekosistem digital, mereka akan tertinggal. Hari ini, pasar itu ada di genggaman media sosial dan platform e-commerce,” tegasnya.
Dalam sesi ini, peserta diajak langsung memahami cara memanfaatkan platform digital untuk promosi, membangun branding, hingga meningkatkan penjualan. Pendekatan praktis ini membuat pelaku usaha lebih siap mengimplementasikan strategi digital dalam bisnis mereka.
Kombinasi antara legalitas produk dan penguasaan teknologi dinilai menjadi formula penting untuk memperkuat daya saing UMKM, khususnya di tingkat lokal yang ingin menembus pasar lebih luas.
Program ini juga menjadi bukti konkret peran perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat. Tidak hanya menghasilkan lulusan akademik, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menggerakkan roda ekonomi daerah.
Dengan intervensi yang tepat dan berkelanjutan, UMKM di Sonopakis Lor diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dan bersaing di era ekonomi modern.