Home
news
Anak Bungsu Pimpin UMKM: Berani Inovasi, Perlu Kendali Bijak

Anak Bungsu Pimpin UMKM: Berani Inovasi, Perlu Kendali Bijak

news Selasa, 2025-09-02 - 12:04:19 WIB

Oleh: Cynta Alya Dinka, Mahasiswa Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi, Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta

Dibalik kesuksesan sebuah usaha kecil dan menengah (UMKM), ada sosok manajer atau pemilik usaha yang menjadi penggerak utama. Mereka mengambil keputusan, menyusun strategi, dan menghadapi risiko setiap hari. Dalam UMKM, keputusan manajer sangat menentukan arah usaha. Tidak seperti perusahaan besar yang memiliki tim analis dan sistem kontrol berlapis, UMKM cenderung mengandalkan intuisi dan pengalaman pribadi pemilik atau pengelolanya. Maka, karakter dan latar belakang psikologis manajer memegang peranan penting untuk arah perkembangan usaha yang dijalankan.

Urutan kelahiran adalah salah satu elemen yang membentuk karakter tersebut. Anak pertama biasanya tumbuh dengan tanggung jawab lebih besar, ekspektasi tinggi dari orang tua, dan pengalaman sebagai “pemimpin kecil” di rumah. Sebaliknya, anak-anak yang lahir belakangan sering kali tumbuh dalam suasana yang lebih santai, namun juga lebih kompetitif karena harus “bersaing” dengan kakak-kakaknya untuk mendapatkan perhatian dan pengakuan.

Dalam konteks UMKM, manajer yang lahir belakangan cenderung lebih berani mencoba hal-hal baru. Mereka tidak takut mengambil keputusan yang berbeda dari kebanyakan pelaku usaha. Misalnya mencoba model bisnis yang belum umum di daerahnya, menjual produk dengan harga sangat murah untuk menarik pasar, dan mengganti strategi pemasaran secara drastis dalam waktu singkat.

Gaya manajer ini dapat lebih sering mengalami fluktuasi pendapatan, kesulitan menjaga loyalitas pelanggan, dan lebih rentan terhadap kesalahan administratif atau pelanggaran regulasi. Dalam skala UMKM, pelanggaran kecil seperti melanggar aturan zonasi usaha, atau tidak memenuhi standar keamanan produk bisa berdampak besar. Manajer yang terlalu fokus pada hasil cepat kadang mengabaikan hal-hal ini.

Di sisi lainnya, dorongan untuk membuktikan diri sering menjadi motivasi yang kuat bagi anak yang lahir belakangan. Semangat ini dapat mendorong munculnya inovasi, keberanian dalam membuka cabang baru meski belum stabil, atau mengambil keputusan dengan tantangan yang besar tanpa adanya konsultasi atau riset yang mendalam, dan terlalu fokus pada pencapaian pribadi daripada keberlanjutan usaha. Dengan banyaknya tantangan, mereka ingin menunjukkan bahwa mereka juga bisa sukses, bahkan lebih hebat dari kakaknya. Dorongan ini bisa menjadi motivasi kuat, tapi juga bisa mendorong mereka mengambil keputusan yang terlalu berisiko. 

Maka, meskipun urutan kelahiran mungkin terdengar seperti hal sepele, tapi dampaknya bisa sangat nyata dalam dunia UMKM. Anak bungsu tumbuh dengan jiwa kompetitif dan semangat bersaing dengan dorongan untuk membuktikan diri mereka bisa menjadi pemimpin yang penuh energi dan inovasi. Hal ini memerlukan keseimbangan, kontrol, dan perhitungan yang matang supaya energinya dapat diarahkan pada pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.


Share Berita