Mahasiswa harus berkegiatan, utamanya dengan organisasi, agar memiliki soft skill dan tidak menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Hal ini disampaikan oleh Puji Qomariyah, S.Sos., M.Si. yang merupakan Wakil Rektor III Universitas Widya Mataram (UWM) dalam acara Orientasi Studi Mahasiswa Baru (Osmaba) pada Rabu (13/9/2023) di Pendopo Agung Kampus Terpadu UWM, Banyuraden, Gamping, Sleman.
Mahasiswa harus memiliki kode etik. diantaranya terhadap universitas, dosen, dan tenaga kependidikan. “Mahasiswa diwajibkan untuk mematuhi peraturan Universitas, menjaga nama baiknya, dan merawat lingkungan Universitas,” tambahnya.
Mahasiswa harus hormat dan sopan pada semua dosen, jaga nama baik, berbicara dengan santun, hindari gratifikasi, tidak mengancam dosen, bertanggung jawab, dan konsultasi dengan etika. Cara berkomunikasi harus mengedepankan sopan santun dan menyesuaikan waktu.
Lebih lanjut, Puji mengemukakan bahwa hahasiswa harus hormati, ramah, hindari gratifikasi, ancaman, dan jaga nama baik Tenaga Kependidikan di dalam dan luar Universitas sesuai etika dan jam kerja.
“Etika juga harus digunakan ketika berinteraksi sesama mahasiswa dan kepada masyarakat,” kata dosen Program Studi (Prodi) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UWM ini.
Mahasiswa harus hormat, adil, bekerja sama, hindari ancaman atau kekerasan, saling dukung, hargai perbedaan, dan tolak narkoba serta pelecehan. Mahasiswa harus bersikap sopan, hindari pelanggaran norma, dan ajak masyarakat untuk berperilaku baik.
Selanjutnya, etika juga harus dimiliki dalam proses pembelajaran dan menyampaikan pendapat diluar proses pembelajaran. “Apabila mahasiswa mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), maka nantinya akan dapat dikonversi ke beberapa mata kuliah pada semester tersebut,” tegasnya.
Humas@UWM