Workshop menjadi salah satu cara efektif untuk membangkitkan semangat berwirausaha, khususnya bagi calon wirausahawan. Melalui workshop, peserta dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan wawasan yang diperlukan untuk memulai dan mengelola usaha mereka sendiri. Bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), workshop dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis. Pentingnya revolusi mental dalam konteks ini terletak pada kemampuan untuk melihat peluang, menghadapi tantangan, dan beradaptasi dengan perubahan dengan positif. Hal ini disampaikan oleh Puji Qomariyah, S.Sos., M.Si. yang merupakan Ketua Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) Universitas Widya Mataram (UWM) dalam Workshop Literasi Digital: Inkubasi Bisnis dan Inovasi Digital Marketing pada Kamis (16/11/2023) di Kampus Terpadu UWM, Banyuraden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Forum Rektor Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh 100 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa, masyarakat, dan para pelaku UMKM.
“Workshop bertujuan untuk menghasilkan tindakan nyata. Konsep "sedikit bicara dan banyak kerja" menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan mimpi menjadi sukses melalui wirausaha,” kata Puji yang merupakan Wakil Rektor (WR) III dan dosen Program Studi (Prodi) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UWM ini.
Narasumber dalam kegiatan ini adalah Dr. Aris Slamet Widodo, S.P., M.Si. yang merupakan praktisi pendidikan, Ahmad Muhlisin yang merupakan Founder & Business Development di PT Indigen Karya Unggul, dan Syahira Rohmatun Zahroh yang merupakan owner Reve Hijab dan Celengan Target.
Aris dalam presentasinya menyampaikan tentang agribisnis dan pemberdayaan masyarakat. “Agribisnis memiliki peran vital dalam pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan produksi dan efisiensi pertanian, sehingga memberikan peluang ekonomi yang lebih baik bagi petani lokal. Melalui integrasi agribisnis, masyarakat dapat terlibat dalam seluruh rantai nilai pertanian, memperluas akses mereka ke pasar, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara berkelanjutan,” tambahnya.
Ahmad dalam pemaparannya mengemukakan tentang penggunaan teknologi dalam pengembangan pertanian. “Smart greenhouse merupakan salah satu cara yang dapat digunakan dalam pengembangan pertanian,” katanya.
Syahira dalam penjelasannya mengungkapkan tentang pentingnya mahasiswa memiliki bisnis sendiri, terutama bisnis online. “Buat rencana bisnis yang spesifik, manfaatkan waktu luang, dan tetap fokus pada tujuan,” tegasnya.
Humas@UWM