Universitas Widya Mataram (UWM) melalui Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P., akan bekerjasama dengan Desa Banyuraden. Kerjasama ini bertujuan untuk mewujudkan visi Desa Banyuraden, yaitu menjadikan masyarakatnya mandiri dan sejahtera. Dalam proses ini, UWM mengidentifikasi dua masalah utama yang dihadapi oleh desa tersebut.
Masalah pertama berkaitan dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang memproduksi Kue Lapis Legit motif Batik. Meskipun produk ini sudah dikenal luas oleh masyarakat Yogyakarta, namun belum mampu mengangkat citra Desa Banyuraden sebagai desa penghasil produk unggulan. Produk Lapis Legit tersebut masih belum bisa menjadi brand yang diandalkan oleh desa.
Masalah kedua adalah keberadaan gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang terdiri dari beberapa usaha namun belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Usaha-usaha yang ada masih stagnan dan belum maksimal dalam pengelolaannya. Kedua masalah ini menjadi fokus utama dalam program pengembangan desa binaan yang dikemas oleh UWM, mengingat Desa Banyuraden merupakan desa binaan UWM.
“Sebagai desa binaan, UWM berkomitmen mengembangkan Desa Banyuraden melalui dua program utama. Program pertama adalah pengembangan para pengrajin agar produk mereka dapat dikenal lebih luas dan memiliki nilai jual tinggi. Program kedua adalah meningkatkan produktivitas kelompok tani sehingga dapat menjadi kelompok yang mandiri dan mampu mensejahterakan anggotanya” tutur Prof. Ambar.
UWM juga akan memanfaatkan lahan tidur yang ada di Banyuraden untuk dijadikan lahan produktif yang akan dikelola oleh Gapoktan. Salah satu rencana konkret adalah mendampingi penanaman empon-empon dan pengolahannya menjadi berbagai macam produk. Inisiatif ini diharapkan dapat didanai oleh DIKTI melalui skema pendanaan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan adanya program-program ini, UWM berharap dapat membantu Desa Banyuraden mencapai kemandirian dan kesejahteraan yang diinginkan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa tersebut.
©HumasUWM