Home
news
UWM dan BCA Ahmad Dahlan Gelar Kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Mahasiswa

UWM dan BCA Ahmad Dahlan Gelar Kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Mahasiswa

news Kamis, 2025-05-22 - 11:18:08 WIB

Dalam upaya memperkuat literasi keuangan di kalangan generasi muda, Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta bekerja sama dengan PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) melalui Kantor Cabang Pembantu (KCP) BCA Ahmad Dahlan menyelenggarakan kegiatan Sharing Literasi dan Inklusi Keuangan di Gedung Rektorat UWM. Kegiatan edukatif ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BCA untuk mendukung program literasi keuangan nasional yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekaligus bentuk nyata kepedulian dunia perbankan terhadap pendidikan dan kesiapan finansial generasi muda. Sementara dari pihak kampus, acara ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi strategis UWM dalam menghubungkan mahasiswa dengan dunia industri serta membekali mereka dengan keterampilan hidup yang penting.

Rektor UWM, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., dalam pidatonya menyambut baik kerja sama antara UWM dan BCA ini. Ia menegaskan pentingnya edukasi finansial dalam lingkungan akademik, mengingat banyak mahasiswa yang belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai pengelolaan keuangan.

"Hidup manusia saat ini sudah hampir pasti bersentuhan dengan lembaga perbankan, maka dari itu harus memahami dinamika lembaga perbankan dan pemanfaatannya dalam kehidupan kita sehari-hari," kata Prof. Edy. "Jangan sampai pengetahuan mengenai lembaga perbankan dan finansial yang terbatas menyebabkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari seperti fenomena pinjaman online ilegal yang seringkali berdampak pada masyarakat, termasuk mahasiswa," tambahnya.

“Literasi keuangan bukan hanya tentang tahu cara menyimpan uang, tetapi juga bagaimana merencanakan keuangan untuk masa depan, memilih instrumen investasi yang aman, dan menghindari jerat utang konsumtif. Sementara inklusi keuangan membuka peluang lebih luas untuk mengakses layanan keuangan yang relevan dan aman,” jelas Guru Besar Ilmu Ekonomi ini.

Beliau juga menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sektor industri seperti ini sangat penting untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan hidup, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan pribadi dan profesional.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dirilis oleh OJK dan BPS menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan di kalangan remaja berusia 15–17 tahun di Indonesia masih cukup rendah, yakni sekitar 51,7%. Fakta ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi institusi pendidikan untuk terlibat aktif dalam memberikan edukasi dan pelatihan terkait keuangan kepada peserta didiknya.

Sesi literasi ini dibawakan secara interaktif oleh tim edukasi keuangan dari BCA yang terdiri dari Erlinda Eka selaku Staf Customer Service Officer, Theresia Innova, Nila, serta Agustina Retno Ariani selaku Kepala Bagian Customer Service. Mereka menyampaikan berbagai materi penting terkait manajemen keuangan, penggunaan layanan perbankan secara aman, serta simulasi studi kasus nyata yang dihadapi nasabah muda dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui program literasi ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya tahu cara menabung, tetapi juga memahami konsep dasar investasi, menyusun perencanaan keuangan, serta mengenali risiko-risiko kejahatan digital yang kerap menyasar generasi muda. Semakin dini mereka memahami ini, semakin baik kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan keuangan di masa depan,” ungkap Erlinda.

Para peserta diajak terlibat secara aktif melalui diskusi terbuka, kuis interaktif, serta pemecahan masalah berbasis kasus. Ini bertujuan agar peserta tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga mampu memahami dan mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan nyata.

Kegiatan yang diselenggarakan UWM dan KCP BCA Ahmad Dahlan ini menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan tersebut. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan konseptual, tetapi juga strategi aplikatif yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Share Berita