Home
news
UWM Bersama AKPRIND Indonesia Kembangkan Produk Singkong melalui Program Hibah Kosabangsa 2025

UWM Bersama AKPRIND Indonesia Kembangkan Produk Singkong melalui Program Hibah Kosabangsa 2025

news Kamis, 2025-09-25 - 10:49:12 WIB

Tim Pelaksana Kegiatan Program Hibah Kosabangsa 2025 dari Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta dan Universitas AKPRIND Indonesia sebagai Tim Pendamping melaksanakan kegiatan Pelatihan Pengolahan Diversifikasi Produk Singkong di Kalurahan Karangwuni, Rongkop, Gunungkidul pada Sabtu (20/9).

Kegiatan yang diikuti Kelompok Gapoktan ini dipimpin oleh Eman Darmawan, S.T.P., M.P. selaku Ketua Tim Pelaksana, bersama tim dari UWM dan Tim Pendamping AKPRIND Indonesia. Identifikasi menunjukkan bahwa potensi hasil panen singkong yang melimpah/tinggi namun belum diiringi dengan pengelolaan pasca panen yang optimal, sehingga nilai tambah yang diperoleh petani masih sangat terbatas/rendah.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi petani setempat, khususnya terkait hasil panen singkong yang melimpah namun belum diiringi dengan pengelolaan pascapanen yang memadai. Kondisi tersebut menyebabkan nilai tambah yang diperoleh petani masih terbatas.

Melalui kegiatan ini, tim pelaksana menawarkan pendekatan strategis berupa perbaikan arus distribusi pemasaran singkong. Distribusi yang lebih singkat sejak panen hingga ke pasar diharapkan dapat mencegah kerusakan akibat pertumbuhan mikroba yang berpengaruh pada mutu dan harga jual singkong.

Selain itu, diperkenalkan pula teknologi pengolahan singkong menjadi gaplek menggunakan sistem cabinet drier sebagai alternatif dari pengeringan tradisional dengan sinar matahari. Teknologi ini memungkinkan proses pengeringan berjalan lebih cepat, stabil, serta lebih aman dari potensi cemaran mikroba.

Inovasi penting lainnya yang dikembangkan adalah pengolahan singkong menjadi tepung mocaf atau Modified Cassava Flour. Mocaf merupakan tepung fermentasi singkong yang memiliki karakteristik bebas gluten, bertekstur halus, serta dapat digunakan sebagai substitusi tepung terigu pada berbagai produk pangan. Proses produksi mocaf menuntut penanganan pascapanen yang terstandar mulai dari panen, sortasi, pencucian, pengupasan, fermentasi, pengeringan, hingga penggilingan.

Melalui kegiatan pelatihan ini, UWM menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pedesaan melalui hilirisasi produk pertanian. Harapannya, petani singkong di Gunungkidul mampu meningkatkan keterampilan, memperluas diversifikasi produk, serta memperoleh nilai tambah ekonomi yang lebih signifikan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani, tetapi juga turut berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan berbasis potensi lokal.


Share Berita