Home
news
UMKM Dorong Perekonomian 2018

UMKM Dorong Perekonomian 2018

news Sabtu, 2017-12-23 - 17:57:29 WIB

Foto 1. Dr. Amiluhur dan Dr. Jumadi dalam acara Temu Media Akhir Tahun untuk melihat perekonomian Indonesia 2017 dan Prospek 2018

Acara yang diselenggarakan Universitas Widya Mataram (UWM) di Jogja City Mall Kamis (21/12/2017) menghadirkan para pakar ekonom yang juga anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI).

Mengenai “cuaca” perekonomian Indonesia tahun 2018 GDP Indonesia diperkirakan menyentuh 5,3 % atau dapat dikatakan naik dibandingkan tahun 2017 (World Bank, 2017). Trend bisnis pada tahun 2018 yang dalam hal ini konsumsi RT dan investasi diasumsikan stabil, namun terjadi consumer shift dari konsumsi barang menjadi konsumsi pengalaman. Selain itu juga terjadi shifting in IT spending dan meningkatnya sharing economy yang pesat. Dengan IT, produsen dapat menghantarkan nilai kepada konsumen secara mudah, cepat dan akurat. Sebagaimana dijelaskan dalam makalah Dr. Amiluhur, travel and tourism industry berkembang pesat karena adanya layanan yang terintegrasi mulai dari penginapan, tiket pesawat terbang, kereta api dll dengan memakai aplikasi traveling seperti traveloka, agoda, tiket, booking, pegi-pegi dan trivago. Selain itu cuaca bisnis pada tahun 2018 diprediksi akan kondusif. Hal tersebut didukung adanya terobosan IT yang berperan signifikan. Sedangkan pada sektor finansial perubahan juga terjadi cepat. Sesudah BI menerbitkan regulasi pembayaran elektronik baru, yang mengatur e-wallet dan national payment gateway maka pemakaian uang elektronik meningkat tajam.

Foto 2. Audien dalam temu media akhir tahun di JCM

Dr. Jumadi, SE., MM sebagai narasumber terakhir memaparkan tentang pertumbuhan ekonomi tahun 2018 dengan mengembangkan UMKM sebagai aspek pendorong. Target pemerintah, pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 5,4 %. Hal tersebut dapat direalisasikan melalui sektor UMKM. Pengoptimalan UMKM menurut Dr. Jumadi dapat dilakukan dengan adanya : pertama, peningkatan kapasitas pelaku UMKM (SDM dan Modal). Kedua, merubah skema industri UMKM dari yang berbasis perdagangan menjadi UMKM berbasis pengolahan dan dibuat hilirisasi industri UMKM. Ketiga, mendorong agar UMKM melakukan kegiatan pemasarannya melalui marketing digital atau e-commerce. Keempat, melibatkan stakeholder UMKM dalam mengembangkan marketing digital. Kelima, penguatan jejaring UMKM. Keenam meningkatkan kepercayaan konsumen dalam negeri terhadap produk dalam negeri.

Tahun 2018 prospek untuk beberapa bisnis UMKM meliputi bisnis kuliner skala kecil yang kreatif, bisnis UKM untuk wanita, menjalankan bisnis berbasis teknologi, UMKM pariwisata dan UMKM produk herbal, jelasnya. ®HumasWidyaMataram


Share Berita