Pegagan termasuk ke dalam jenis tanaman liar yang tumbuh di pematang sawah, pekarangan dan ladang. Jumlahnya melimpah karena mudah tumbuh dimana-mana. Awalnya pegagan dianggap sebagai hama karena merupakan pesaing tanaman utamanya dalam memperoleh pupuk, sehingga mengganggu kesuburan dan produktivitas tanaman utamanya.
Eman Darmawan, S.TP., MP Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Widya Mataram (UWM) menyampaikan hal itu usai melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Ristek Dikti Tahun 2019. PKM dilaksanakan di Desa Gerbosari, Samigaluh, Kulon Progo pada Kamis (19/7/2019).
“Ternyata pegagan merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaatnya bagi kesehatan dan pengobatan karena kaya antioksidan, beta karoten, niacin, potasium, kalsium dan lain sebagainya,”, kata Eman kemudian menerangkan bahwa pegagan termasuk ke dalam tanaman yang hidup sepanjang tahun, sehingga jumlahnya selalu melimpah.
Menurutnya, pemanfaatan pegagan sebagai keripik diharapkan untuk mengoptimalkan fungsi lahan dan membantu meningkatkan pendapatan petani. Salah satu upaya peningkatan mutu keripik pegagan adalah dengan reformulasi adonan tepung. Selain itu, dapat pula menambahkan berbagai perasa untuk meningkatkan daya terima keripik oleh masyarakat.
Untuk meningkatkan kemampuan dalam manajemen usaha, Cahya Purnama, SE., MM Dosen Prodi Bisnis Kewirausahaan memberikan materi manajemen usaha dan pembukuan sederhana sebagai modal dalam menjalankaa usahanya.
“Keripik pegagan juga akan diupayakan memperoleh sertifikat halal sehingga mendapatkan izin edar dan semakin mudah memperoleh kepercayaan masyarakat,”, jelas Eman.
©HumasWidyaMataram