Menjadi salah satu bagian dari kampus berbudaya, karya dan kreasi selalu dikembangkan seiring terus berkembangnya zaman. Hal tersebut berprogres beriringan dengan proses akademik yang diselenggarakan di kampus sawo kecik, julukan bagi Universitas Widya Mataram (UWM). Kegiatan ekstrakurikuler yang diwadahi dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tetap diberikan untuk mengembangkan potensi mahasiswa UWM.
UKM Teater Dokumen salah satu UKM yang menaungi divisi keaktoran, musik, tari dan lukis. Beberapa hasil karya para anggota ditampilkan dengan meriah dan apik pada acara peringatan Hari Lahir (Harlah), Selasa (11/12/2018). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pendopo Agung UWM bertepatan dengan usia UKM Teater Dokumen yang genap 24 tahun. Hadir dalam acara tersebut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dosen Pembimbing UKM Teater Dokumen, perwakilan UKM di UWM, BEM-U, BEM-F, dan para mahasiswa di lingkungan UWM.
Dalam acara tersebut panitia mengangkat tema Our Creativity Is Our Tradition.Menurut Ahmad Ghozali selaku ketua UKM Teater mengatakan bahwa masalah yang dihadapi selama organisasi berproses akan menjadi bagian dari pendewasaan UKM Teater Dokumen. Ia berharap dengan peringatan Harlah ini akan meningkatkan kekompakkan. Ahmad juga mengucapkan terima kasih kepada para senior dan anggota UKM Teater Dokumen atas kepercayaan sebagai ketua yang diberikan kepadanya.

Foto 1. Penyerahan nasi tumpeng oleh Pembimbing UKM Teater Dokumen kepada Wakil Rektor III
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Jumadi, SE., MM dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada UKM Teater Dokumen dan para pengurus baru yang akan menahkodai UKM. Sebagai UKM yang membidangi seni, maka harus terus berkarya untuk memancing UKM lain di UWM. Semangat mahasiswa juga merupakan semangat universitas dan harus senantiasa menyatu dalam menuju kampus yang unggul berbasis budaya. Beliau juga berharap agar momen peringatan Harlah ini dapat lebih menggairahkan para mahasiswa untuk berorganisasi.
Sementara itu, pembimbing UKM Teater Puji Qomariyah, S.Sos., M.Si mengatakan mahasiswa merupakan agen of change,sehingga apa saja yang ada disekitar lingkungan kita akan menjadi tanggungjawab kita. Hal itu sebagai salah satu realisasi UWM sebagai kampus berbasis budaya. Lebih dalam lagi, Puji yang juga Dosen Sosiologi tersebut menegaskan agar tidak hanya sekedar menjadikan budaya sebagai hal yang statis, namun harus selalu dikembangkan terutama bagi mahasiswa yang berkecimpung dalam UKM Teater Dokumen. Beliau juga berharap adanya dukungan dari universitas dalam supporting dana sehingga para mahasiswa tetap dapat menyalurkan kreativitasnya. Dengan tagline kampus budaya, Puji mengarahkan mahasiswa untuk terus membangun relasi dan belajar dengan mahasiswa UKM di kampus lain, harapannya daya kreasi mahasiswa semakin tajam dan mampu menghasilkan produk budaya.

Foto 2. Penampilan UKM Teater Dokumen dalam drama Si Bakhir
Pada acara peringatan Harlah juga hadir senior UKM Teater yakni Jati Suryono. Sekilas diceritakan oleh beliau tentang awal terbentuknya UKM Teater Dokumen. Dengan ilmu yang didapatkan di Teater, maka mahasiswa bisa merasakan manfaatnya setelah lulus dan masuk di dunia kerja maupun dalam kehidupan masyarakat. Menurut Jati, ilmu tersebut dapat menambah rasa percaya diri, memudahkan komunikasi dan membantu dalam kaitannya public speaking. Senior UKM yang juga merupakan ujung tombak pembinaan kerja narapidana di lapas Yogyakarta tersebut juga menyampaikan pentas yang berhasil digelar UKM bukan merupakan tujuan akhir, namun proses yang dilalui sepanjang berorganisasi itulah yang menjadi hal penting dalam penggemblengan sehingga peka terhadap persoalan di masyarakat. Kampus dan mahasiswa harus sama-sama konsisten dalam membangun dan mengembangkan UWM yang berbasiskan budaya, tegas Jati.
Peringatan Harlah menampilkan kekhasan UKM Teater dalam kaitannya dengan kesenian. Beberapa persembahan yang disuguhkan kepada para undangan diantaranya tarian dari Madura, Drama si Bakhir dan musikalisasi puisi. ®HumasWidyaMataram