Merebaknya virus korona telah membawa dampak dan perubahan signifikan pada banyak aspek kehidupan. Hampir tidak ada negara yang benar – benar siap menghadapi laju pesatnya penyebaran virus tersebut. Dunia pendidikan harus merubah pembelajaran dengan metode pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh, dengan kondisi yang membutuhkan adaptasi sehingga pembelajaran tetap berjalan dengan baik.
Universitas Widya Mataram (UWM) menjadi bagian dari lembaga yang turut mencerdaskan kehidupan bangsa pun juga tak terhindarkan dari dampak pandemi Covid-19. Tidak sedikit mahasiswa UWM yang terpaksa harus pulang kampung. Sedangkan para mahasiswa yang masih bertahan tinggal di Yogyakarta juga mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses pangan. Faktor keluarga, ekonomi, dan sosial menjadi penyebabnya.
Namun demikian, Wakil Rektor II UWM, Drs. Samsul Bakri, MM., menyampaikan, pihak kampus tetap menjalankan kewajiban memberikan pelayanan kepada mahasiswa. Perkuliahan dengan sistem online tetap dioptimalkan sehingga mahasiswa tetap mendapatkan haknya untuk menjadi generasi yang cerdas.
“Kampus tidak libur, kampus tetap beroperasi, proses belajar mengajar tetap jalan hanya beda metode, dan dosen tetap memberikan materi sesuai silabi,” terang Samsul, Sabtu (18/4/2020).
Operasional kampus yang tetap berjalan, Samsul melanjutkan, namun disisi lain mahasiswa juga harus tetap melaksanakan kewajibannya. Salah satunya dengan membayarkan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Para pimpinan universitas tetap berempati atas kesulitan mahasiswa, sehingga pihak kampus akan memberikan dispensasi kepada mahasiswa yang benar – benar mengalami kesulitan.
“Ada fasilitas dispensasi penundaan pembayaran SPP sampai sebelum pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS), dan kampus memberikan subsidi kuota internet bagi mahasiswa pagi. Kuota tersebut tidak diberikan secara tunai, namun dengan mengurangi besaran SPP yang dibayarkan oleh mahasiswa,” jelas Samsul.
Menurut Samsul, saat ini semua kalangan sedang mengalami kesulitan, tidak hanya mahasiswa. Dalam menghadapi pandemi Covid-19, maka pimpinan fakultas, prodi, dan unit terkecil lainnya memiliki peran dan kewajiban untuk mengedukasi dan memberikan semangat optimisme kepada mahasiswa.
Mahasiswa Prodi Sosiologi, Ranika Rahayu, mengungkapkan kewajiban mahasiswa tetap harus dipenuhi karena mahasiswa tetap mendapatkan pembelajaran, nilai dan kelulusan sebagai haknya.
Senada dengan itu, Rita Rustiyaningsih, Mahasiswa Prodi Manajemen menceritakan saat ini tengah menempuh skripsi dan komunikasi untuk bimbingan berjalan dengan baik. Ia juga membenarkan terkait pembayaran SPP yang harus dibayarkan mahasiswa, namun tetap diberikan keringanan dengan mengundur batas akhir pembayaran.
Begitu juga dengan Edwin Malik Faturrochman, mahasiswa Prodi Sosiologi. Menurutnya pembayaran SPP harus dipenuhi. Menjadi hal wajar jika ada mahasiswa yang meminta keringanan karena kondisi sulit seperti saat saat ini.
“Namun bukan berarti terus tidak membayar, karena kampus juga membutuhkan biaya operasional dan kampus bukan panti asuhan. Harusnya mahasiswa bisa berfikir bahwa ketika sudah berani kuliah maka harus siap dengan konsekuensi yang ada, ” kata Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara UWM itu.
©HumasWidyaMataram