Home
news
Seminar Nasional FH UWM, Meneropong Problematika Pemilu Tahun 2019

Seminar Nasional FH UWM, Meneropong Problematika Pemilu Tahun 2019

news Sabtu, 2018-10-27 - 18:55:25 WIB

 

Menjelang diselenggaraknnya pesta demokrasi pemilihan umum (Pemilu) eksekutif dan legislatif tahun 2019, Fakultas Hukum (FH) Universitas Widya Mataram (UWM) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Meneropong Problematika pada Pemilu Tahun 2019”. Seminar ini di ikuti tak kurang dari 200 peserta yang terdiri dari civitas akademika UWM dan beberapa undangan. Acara yang diselenggarakan pada Sabtu (27/10/2018) di Hotel Grand Inna Malioboro ini dibuka secara resmi oleh Rektor UWM Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa ruang – ruang dialog seharusnya dapat mengedapankan dialog – dialog yang substantif, gagasan, dan ide mengenai penyelesaian masalah – masalah sosial, ekonomi dan politik Indonesia. Selain itu, Rektor UWM juga mengajak para peserta seminar agar pemilu lebih banyak diisi dengan keceriaan, suka cita dan riang gembira bukan yang sebaliknya.

Penyampaian keynote speech diakukan oleh Kombes Pol. Dr. Hadi Utomo, SH., M.Hum selaku Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda DIY. Acara ini kemudian dilanjutkan pada kegiatan inti yang dimoderatori oleh saudara Fuad, SH., MH, M.Kn selaku Dosen Fakultas Hukum UWM. Seminar ini dihadiri oleh pembicara – pembicara ternama seperti Dr. Harjono, S.H., M.C.L. selaku Ketua DKPP RI, Hamdan Kurniawan, S.IP., MA. Selaku Ketua KPU DIY, Dr. M. Qodari selaku pengamat politik Indonesia dan yang terakhir Dr. Refly Harun, S.H., M.H., LL.M. selaku pakar hukum tatanegara.

Disamping itu, seminar nasional ini juga menjadi salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalies ke-36 UWM. Melalui kegiatan ini, diharapkan problematika – problematika yang muncul baik menjelang, semasa, maupun setelah pemilu dapat diminimalisir. Selain itu, kegiatan semacam ini bertujuan untuk mendorong pemilih milineal untuk ikut berpartisipasi aktif dalam pengawasan proses penyelenggaraan pemilu. Jika ada penyalahgunaan atau tindakan yang tidak sesuai selama proses penyelenggaraan pemilu, maka pemilih generasi milineal lah yang harus menjadi garda terdepan dalam mengawal hal tersebut.®HumasWidyaMataram


Share Berita