Semangat sinergi lintas disiplin ilmu tercermin dalam kegiatan bertajuk Sehari Kuliah Arsitektur dan Kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, khususnya oleh Program Studi Kewirausahaan dan Program Studi Arsitektur. Acara ini sekaligus diramaikan dengan Bazar Produk Bisnis Mahasiswa serta Pameran Karya Mahasiswa Arsitektur bertempat di Pendopo Agung Kampus Terpadu pada Senin (23/6).
Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan program studi Arsitektur dan Kewirausahaan kepada calon mahasiswa baru, khususnya siswa-siswi dari SMA dan SMK. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) yang dikemas secara edukatif dan menarik.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I, Dr. Bhenu Artha, S.E., M.M. Dalam sambutannya, Dr. Bhenu memperkenalkan filosofi arsitektural dari kampus UWM. Dr. Bhenu menjelaskan bahwa berbagai gedung di kampus ini diberi nama-nama Jawa sebagai wujud penghormatan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan X selaku pendiri dan pemilik UWM. "Pendopo di Kampus Terpadu ini merupakan replika dari Pendopo di Ndalem Mangkubumen, sebagai simbol kesinambungan nilai budaya dan akademik," ujarnya.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan berlanjut di Ruang Sidang Utama Rektorat Kampus Terpadu yang diisi oleh Fakultas Ekonomi dengan menggelar kegiatan inspiratif bertajuk “To Be Youngpreneurship: Kuliah Sehari bagi Siswa SMU/SMK di Yogyakarta”. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Dr. Jumadi, S.E, M.M, selaku Dekan sekaligus Ketua Departemen UMKM dan Keuangan Sosial Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY.
Kegiatan ini bertujuan menanamkan semangat dan pemahaman kewirausahaan kepada para pelajar agar mampu menjadi youngpreneur — generasi muda di bawah usia 30 tahun yang memiliki keberanian memulai dan mengembangkan bisnis secara mandiri. Dr. Jumadi menegaskan bahwa wirausaha muda memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi bangsa melalui penciptaan lapangan kerja, inovasi produk, dan peningkatan daya saing nasional.
“Menjadi wirausahawan itu bukan sekadar soal bisnis, tapi tentang keberanian untuk berpikir kreatif, melawan kebiasaan lama, dan mengubah kegagalan menjadi pelajaran menuju kesuksesan,” tutur Dr. Jumadi dalam sesinya. Selama kuliah sehari tersebut, para peserta dibekali wawasan tentang kreativitas, inovasi, kemampuan mengambil risiko, serta tips praktis merintis usaha sejak dini. Materi meliputi identifikasi peluang usaha, penyusunan rencana bisnis, pemanfaatan teknologi digital, pembangunan jejaring, hingga ketangguhan mental dalam menghadapi tantangan.
Yang menarik, peserta juga diperkenalkan pada prinsip-prinsip bisnis syariah yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, integritas, keadilan, dan etika spiritual. “Sukses itu bukan hanya finansial, tapi juga bermartabat dan membawa keberkahan,” imbuh Dr. Jumadi.
Antusiasme tinggi ditunjukkan para siswa peserta kegiatan, yang merasa termotivasi dan tercerahkan untuk mulai merancang masa depan sebagai wirausahawan muda. Program ini menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Ekonomi dalam mencetak generasi mandiri dan berdaya saing tinggi di era digital berbasis nilai religius dan kebangsaan.
Sesi berikutnya diisi oleh Dosen Program Studi Arsitektur, Padmana Grady Prabasmara, S.T., M.Sc., IAI. Grady membawakan materi pengenalan arsitektur secara umum dengan pendekatan ringan dan inspiratif. Materi tidak hanya membahas bangunan, tetapi juga menekankan bagaimana pola pikir kreatif dan inovatif dalam arsitektur dapat diterapkan dalam dunia kewirausahaan. Dari proses konseptual hingga ke detail perancangan model properti usaha, dijelaskan pentingnya menciptakan karya yang penuh makna.
Selain itu, peserta juga diajak memahami peran arsitektur dalam konteks budaya, khususnya melalui penjelasan tentang Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Disampaikan bahwa arsitektur istana tersebut memiliki nilai historis dan strategis dan didirikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755 setelah Perjanjian Giyanti. Penempatan istana di antara dua sungai menunjukkan pertimbangan arsitektural yang matang terhadap aspek geografis dan perlindungan lingkungan.
Sebagai penutup sesi kuliah, peserta diajak mengikuti kuis interaktif berupa tantangan menggambar sketsa gedung kampus terpadu dengan media kertas dan pensil yang telah disediakan. Harapannya, dari goresan tangan tersebut akan tertanam rasa dan ketertarikan mendalam terhadap dunia arsitektur dan desain.
Acara dilanjutkan dengan kegiatan Campus Tour yang dipandu oleh Desy Ayu Krisna Murti, S.T., M.Sc. Tur dimulai dari penjelasan maket kampus, kemudian mengunjungi Papan Piwulangan yang menjadi pusat pembelajaran, termasuk ruang kelas, Perpustakaan, dan Fakultas yang sementara masih berada di Papan Piwulangan, sebelum nantinya dipindahkan ke Papan Radya yang telah disiapkan. Selanjutnya siswa diperkenalkan Widya Nusantara sebagai ruang serbaguna lintas agama mencerminkan semangat keberagaman dan inklusivitas kampus.
Kegiatan ini ditutup dengan kunjungan ke bazar produk usaha dari Program Studi Kewirausahaan dan pameran karya mahasiswa Program Studi Arsitektur. Peserta diterima langsung oleh Ketua Program Studi Kewirausahaan, Utami Tunjung Sari, S.E., M.Sc. dan Ketua Program Studi Arsitektur, Tri Yuniastuti, S.T., M.T. Peserta dapat mencicipi dan membeli produk kreatif mahasiswa serta menikmati suasana pameran karya arsitektur yang dipajang secara menarik.
Suasana hangat dan interaktif tercipta saat para peserta berfoto bersama di tengah pameran, mengabadikan pengalaman yang menyenangkan dan penuh inspirasi di kampus UWM. Suasana pendopo menjadi ruang interaksi terbuka bagi mahasiswa dan pengunjung untuk menikmati hasil kreativitas, inovasi, dan semangat kewirausahaan lintas program studi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk produk, maket, dan visual karya.