Dalam rangka menyambut Dies Natalis Universitas Widya Mataram (UWM) yang ke-40, Fakultas Sains dan Teknologi (SainTek) melaksanakan baksi sosial berupa kegiatan membersihkan sampah di sepanjang Pantai Glagah, Kulon Progo, pada hari Rabu, 31 Agustus 2022. Sampah yang dibersihkan khususnya adalah sampah plastik karena bahan tersebut susah didegradasi, sehingga akan menimbulkan pencemaran lingkungan.
UWM yang merupakan perguruan tinggi berbasis budaya, sangat peduli terhadap keasrian lingkungan. Kegiatan pelestarian lingkungan merupakan salah satu wujud bakti SainTek UWM dalam merealisasikan upaya untuk Memayu Hayuning Bawana. Seperti diketahui bahwa sampah plastik merupakan bahan yang susah terurai atau didegradasi, sehingga akan berdampak pada pencemaran lingkungan. Tidak hanya menyebabkan kurangnya keasrian, tetapi juga merusak ekosistem, mengganggu kelangsungan hidup di bumi, dan memperparah dampak pemanasan global yang pada akhirnya akan berdampak pada berbagai hal.
Menurut Dekan SainTek UWM Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P, sampah plastik, baik yang bentuknya masih utuh atau sudah hancur menjadi partikel kecil, dapat mencemari air. Plastik mengandung zat kimia, seperti bifenil poliklorinasi dan pestisida, yang dapat mengontaminasi air serta meracuni dan merusak habitat makhluk hidup yang tinggal di sekitarnya. Ketika dikonsumsi oleh hewan laut, kemudian hewan laut tersebut diolah dan dikonsumsi manusia, racun tersebut juga bisa masuk ke dalam tubuh manusia. Dalam jangka panjang, hal tersebut dapat mengganggu kesehatan.
Partikel mikroplastik, logam berat, dan zat kimia hasil proses degradasi plastik dapat masuk ke dalam lapisan tanah serta menempel pada tumbuhan yang hidup di atasnya. Jika hasil dari tumbuhan tersebut (daun, bunga, buah) dikonsumsi oleh manusia, risiko terjadinya berbagai jenis penyakit pun dapat meningkat. Kontaminasi sampah plastik ini juga akan membuat kondisi tanah menjadi tidak subur.
Proses pembakaran sampah plastik yang sering dilakukan secara terbuka akan mengakibatkan polusi udara. Hal itu disebabkan oleh adanya partikel mikroplastik, logam berat (misalnya kadmium dan timbal), serta bifenil poliklorinasi yang terlepas dan mencemari udara. Selain berbagai polusi tersebut, masalah sampah plastik juga sering memperparah pemanasan global dan perubahan iklim di seluruh dunia.
Limbah plastik akan menghasilkan senyawa karsinogenik yang dapat memicu kanker, seperti kanker paru-paru, kanker payudara, kanker prostat, dan kanker testis. Paparan logam berat dan mikroplastik juga dapat menyebabkan kerusakan kulit dan memicu berbagai gangguan pada tubuh, seperti gangguan saraf, masalah pencernaan, gangguan pernapasan, gangguan fungsi ginjal dan hati serta gangguan kelenjar endokrin, misalnya penyakit tiroid.
Oleh karena itu, dampak buruk dari limbah plastik tersebut perlu dicegah agar makluk hidup yang ada di bumi ini dapat hidup secara layak dan sehat.