Home
news
Rektor UWM: PT Harus Tingkatkan Ketahanan Budaya

Rektor UWM: PT Harus Tingkatkan Ketahanan Budaya

news Selasa, 2023-09-12 - 11:41:17 WIB

Pendidikan pada hakekatnya ingin menghasilkan manusia yang cerdas komprehensif, baik aspek afektif, kognitif, maupun psikomotorik atau cipta, rasa, karsa, dan karya. Selama ini aspek afektif atau rasa belum menunjukkan hasil yang menggembirakan dibandingkan aspek kognitif. Untuk itu perlu upaya pengembangan pendidikan yang diperkaya dengan nilai-nilai luhur budaya. Hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dalam acara Studium Generale untuk mahasiswa baru (maba) tahun ajaran 2023/2024 di Pendopo Agung Kampus Terpadu UWM, Banyuranden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (11/9/2023). Acara ini dilanjutkan dengan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (Osmaba) pada Selasa-Rabu (12-13/9/2023). Tema acara ini adalah “Membangkitkan Peran Generasi Muda Dalam Revitalisasi Budaya Lokal”.

Narasumber dalam acara ini adalah Dr. Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi yang merupakan Penghageng Keraton Yogyakarta dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Parjiman. Acara ini juga dihadiri oleh para pejabat struktural di lingkungan UWM.

Lebih lanjut, Prof Edy mengungkapkan bahwa konsep pendidikan berbasis budaya menempatkan nilai-nilai luhur budaya dalam pendidikan pada nilai luhur budaya ditempatkan sebagai aspek penting dalam tujuan pendidikan. “Selain itu, nilai luhur budaya ditempatkan sebagai pendekatan dalam penyelenggaraan pendidikan, baik dalam pembelajaran maupun dalam manajemen pendidikan, dan nilai luhur budaya ditempatkan sebagai isi/muatan penting dalam pendidikan,” kata mantan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) ini.

Perguruan Tinggi harus mampu berperan dalam mendorong, membimbing dan membantu pemberdayaan masyarakat agar berpartisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan dan pemeliharaan pembangunan yang dilakukan secara partnership dengan unsur pemerintah, LSM, pihak swasta dan stakeholders lainnya.

“Perguruan Tinggi dapat dijadikan sebagai ujicoba dan action research dari perencanaan pembangunan partisipatif dan berupaya untuk mengembangkan model-model pendekatan partisipatif dan partnership dalam perencanaan pembangunan wilayah di dalam kerangka otonomi daerah,” tegas mantan Ketua Forum Rektor Indonesia ini.

Mahasiswa merupakan leader of tomorrow, oleh karena itu nasib suatu bangsa ada ditangan generasi muda. Apabila generasi muda memiliki kualitas yang unggul dan semangat yang kuat untuk memajukan budaya daerah maka kita tidak akan pernah kehilangan akar budaya adiluhung kita.

Paradigma pendidikan tinggi harus disesuaikan dengan perkembangan jaman. Peningkatan kesadaran teknologi digital merupakan suatu keniscayaan dalam menghadapi disruption era.  “Di era digital saat ini mahasiswa harus memiliki digital skills, yaitu memahami dan menguasai dunia digital, agile thinking ability, mampu berpikir banyak scenario, interpersonal and communication skills, keahlian berkomunikasi sehingga berani adu pendapat, global skills, yaitu kemampuan berbahasa asing, bisa padu dan menyatu dengan orang asing yang berbeda budaya, dan punya sensitivitas terhadap nilai budaya,” kata Prof Edy.

Humas@UWM


Share Berita