Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) harus turut serta memikirkan masalah yang dihadapi bangsa Indonesia. Disamping itu ada permasalahan lain yang dihadapi PTIS, yang terkait dengan digitalisasi. Demikian diungkapkan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. ketika menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XIII Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta se-Indonesia (BKSPTIS) di Auditorium Prof. K.H. Abdulkahar Mudzakkir, Universitas Islam Indonesia pada Rabu (8/3). Acara ini diselenggarakan pada tanggal 8-9 Maret 2023.
Dalam sambutannya, Rektor UWM ini menyampaikan bahwa jumlah perguruan tinggi Islam (PTI) yang memenuhi standar sebagai universitas kelas dunia (world class university) masih sangat sedikit, oleh karena itu perlu diteruskan program pembinaan/pendampingan, yang besar membesarkan yang menengah dan kecil, maju bersama dengan saling bersinergi. “Maka dari itu BKSPTIS harus berperan membuat semua PTIS unggul,” katanya.
Lebih lanjut, mantan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) ini mengungkapkan bahwa perlunya dibangun karakter pendidikan yang berbasis ajaran Islam. “Sementara jika dilihat dari paradigma Islam, maka pendidikan karakter yang sebenarnya adalah bagian dari pendidikan akhlak akan tetapi saat ini begitu booming sehingga seolah mengalahkan pendidikan akhlak itu sendiri,” tambahnya.
Prof Edy mengemukakan bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan untuk meninggikan marwah bangsa diantara bangsa-bangsa lainnya. “Akan tetapi marwah bangsa yang mulia adalah bangsa yang mana masyarakatnya memiliki keseimbangan kehidupan antara rohani dan jasmani, dunia dan akhirat tanpa ada ketimpangan,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Sekretaris Dewan Penasihat BKSPTIS ini menyampaikan nilai-nilai karakter yang berlandaskan budaya bangsa antara lain yaitu religious, jujur, toleransi, cinta tanah air, peduli sosial, dan tanggung jawab.
Humas@UWM