Bulan Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk melatih,mengolah dan meningkatkan rasa syukur kita atas nikmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Disaat inilah ibadah merupakan sarana terbaik untuk mengungkapkan rasa syukur yang setiap amal ibadah kita akan dilipatgandakan ganjaran pahalanya.
Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Widya Mataram (UWM), Shulbi Muthi Sabila SSP,M.I.Kom menuturkan manusia dapat meningkatkan kualitas kehidupan dalam berbagai aspek,tidak hanya aspek ibadah namun juga aspek-aspek sosial. Setiap pribadi mempunyai cara yang berbeda-beda dalam memaknai bulan suci Ramadhan, apalagi melihat kondisi yang tengah dihadapi saat ini dengan rasa keprihatinan dan kewaspadaan akan paparan virus korona baru, SARS-Cov-2.
“Meski suasana pandemi belum berhenti, saya melihat masyarakat tetap berusaha hikmat menjalani aktivitas ibadah di bulan suci ini. Kehikmatan ini diwujudkan meskipun ibadah tersentralisasi di rumah masing-masing,sehingga ibadah terasa lebih personal. Disinilah sebenarnya kita diuji bagaimana kita dapat mengolah hati kita dalam menjalankan segala kewajiban kita dengan rasa syukur dan hati yang ikhlas,” papar Shulbi pada Selasa (19/5/2020).
Kondisi dunia yang tengah berjuang memerangi Covid-19, lanjut Shulbi, tanpa disadari masyarakat diberikan ruang untuk saling berbagi anugerah dan kenikmatan satu sama lain. Rasa kemanusiaan semakin meningkat, semua saling bahu membahu, mendukung dan memberikan kekuatan satu sama lain. Namun, Semangat berbagi dan tolong menolong haruslah ditumbuhkembangkan oleh kita sebagai masyarakat dalam setiap keadaan,tidak hanya ketika terjadi musibah.
“Pandemi Covid-19 juga membuat kita lebih memperhatikan kesehatan, kebersihan dan mensyukuri kebaikan yang ada dalam tubuh kita ini. Kita harus bisa menjaga satu sama lain karena itulah yang membuat kita bertahan hidup untuk melawan segala rintangan,” katanya. Keadaan saat ini menjadi manusia lebih sadar dan bersyukur atas rantai saling ketergantungan dari produksi, pasokan, pemeliharaan dan perawatan yang tanpa adanya uluran tangan dari orang lain maka seseorang tidak mampu melewatinya sendiri.
Shulbi menambahkan, disaat pandemi Covid-19 membuka kesempatan untuk refleksi diri atas apa saja yang sudah dilakukan sebagai khalifah di bumi ini. Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengambil jeda dari kerja keras dan produktivitas berlebih yang selama ini membuat egois dan lupa akan hal lain yang lebih berharga dari itu semua. Menurutnya, mulai saat ini harus memikirkan orang-orang yang biasanya ada disekitar kita seperti teman, keluarga, dan rekan kerja. Di samping itu juga belajar betapa pentingnya untuk tetap terhubung dengan mereka dan memastikan bahwa mereka baik-baik saja.
©HumasWidyaMataram