Home
news
Prokom ke-4 Kaji Industri Video Game

Prokom ke-4 Kaji Industri Video Game

news Rabu, 2019-05-29 - 17:12:47 WIB

 

Industri video game menjadi bahan kajian Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widya Mataram (UWM) dalam diskusi mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi (Prokom) ke-4. Hadir dalam diskusi Jusuf Ariz Wahyuono sebagai pengkaji game dari UGM dan Andi Mafin praktisi di dunia video game.

“untuk menunjang performa developer game dalam memproduksi juga harus menganalisis aspek – aspek lain selain trend yang berkembang di kalangan gamer. Contohnya dreadout, mereka menggunakan urban legend sebagai nilai keunikan game mereka”, kata Jusuf (27/5/2019) di Kampus 2 UWM Jogja City Mall.

Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Latifa Zahra, S.IKom., MA dalam keterangannya menyampaikan kajian mengenai video game ini dilakukan mengingat kerap kali video game dipandang sebagai komoditi negatif akibat stigma yang berkembang selama ini di masyarakat.

“Melalui diskusi ini, pemateri mencoba memberikan gambaran lebih luas mengenai industri video game dan proses produksinya yang ternyata dapat dilakukan secara mandiri dan gratis. Diskusi ini diharapkan menambah khasanah pengetahuan mahasiswa mengenai perkembangan kajian ilmu”, jelas Latifa.

Beberapa jenis game disampaikan Jusuf salah satu game berbayar dan game gratis atau biasa disebut game free-to-play (F2P). Game F2P merupakan game yang dapat diunduh secara gratis melalui laman – laman aplikasi pengunduhan, namun ternyata game yang dikatakan gratis ini tidak sepenuhnya gratis.

“Banyak fitur – fitur didalam game tersebut yang mengharuskan pemain untuk membeli bahkan bisnis game F2P memiliki keuntungan yang fantastis jumlahnya. Indonesia sendiri merupakan negara terbesar kedua pengomsumsi game F2P didunia”, papar Jusuf.

Sementara itu, dari sisi keuntungan yang didapat oleh bisnis game, Andi mengatakan ternyata pembuatan game dapat dilakukan sendiri. Idealisme developer game memiliki poin tambahan dalam proses produksi game. Beberapa developer juga memunculkan nilai – nilai budaya dan sejarah sebuah masa dalam video game ciptaannya.

©HumasWidyaMataram


Share Berita