Arsitektur Jawa merupakan gaya arsitektur tradisional yang berkembang di wilayah Jawa, Indonesia. Arsitektur Jawa terkenal dengan ciri khas bangunannya yang megah, elegan, dan kaya akan simbolisme. Gaya arsitektur ini dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu-Buddha yang pernah berkembang di Indonesia pada masa lampau, serta pengaruh dari tradisi dan kepercayaan lokal Jawa. Beberapa contoh bangunan terkenal dalam arsitektur Jawa antara lain Kraton Yogyakarta. Demikian disampaikan Desy Ayu Krisna Murti, S.T., M.Sc., yang merupakan Ketua Program Studi (Kaprodi) Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Widya Mataram (UWM) dalam acara seminar The Future Heritage of Jogja di Gedung Prof. Yohanes, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada pada Jumat (9/12). Kegiatan ini dimoderatori Drs. Sukirman, M.Sn. yang merupakan pemerhati arsitektur Jawa khususnya ornamen.
Sukirman, yang merupakan pensiunan dosen Prodi Arsitektur UWM dalam pengantarnya mengungkapkan bahwa kampus UWM yang menggunakan bangunan cagar budaya yaitu nDalem Mangkubumen, memiliki banyak sekali ornamen. Hal ini dapat digunakan sebagai sarana belajar bagi para mahasiswa, khususnya mahasiswa Prodi Arsitektur.
Desy menambahkan bahwa arsitektur Jawa sebagai unsur kebudayaan dipengaruhi oleh filosofi Jawa, tradisi dan kepercayaan, teknik dan teknologi membangun, serta bahan baku. Gaya arsitektur Jawa terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi arsitek dan desainer modern di Indonesia. Dalam perancangan bangunan modern, arsitektur Jawa sering diintegrasikan dengan teknologi dan gaya arsitektur lainnya, seperti gaya arsitektur modern. Namun, meskipun terdapat berbagai variasi dalam penggunaan arsitektur Jawa dalam perancangan bangunan modern, ciri khas arsitektur Jawa tetap terjaga dan dihargai. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya arsitektur Jawa dalam budaya Indonesia dan warisan arsitektur dunia secara keseluruhan.
Humas@UWM