Home
news
Program Kampung Ramah Anak dan Partisipasi Masyarakat

Program Kampung Ramah Anak dan Partisipasi Masyarakat

news Selasa, 2023-02-28 - 08:42:55 WIB

Partisipasi masyarakat masih menjadi model pelaksanaan pemberdayaan, termasuk program yang berkaitan dengan kesejahteraan anak. Analisis inilah yang mendorong Fahmi Rafika Perdana, M.A., dosen Program Studi (Prodi) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Widya Mataram (UWM) untuk mengkaji pelaksanaan pemberdayaan berbasis partisipasi masyarakat melalui program “Kampung Ramah Anak” di Badran Rukun Warga 11 Kota Yogyakarta. Hasil studi menunjukkan implementasi program Kampung Ramah Anak (KRA) ditopang oleh beberapa program seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Posyandu, dan Bank Sampah. 

Berkaitan dengan kondisi hak-hak anak, ada yang sudah dalam kondisi terpantau baik dengan adanya program KRA. Hak-hak anak tersebut terutama hak untuk mendapatkan kesehatan dan kesejahteraan, hak kebebasan, hak memperoleh pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan seni budaya, sedangkan hak lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif yang menitikberatkan pada upaya peningkatan kesadaran anak mengenai usia perkawinan dan kesehatan reproduksi. 

“Program-program KRA yang ada disinyalir baru sampai pada tataran atas, yaitu kader-kader yang menjalankan program dan belum sampai pada tataran masyarakat bawah atau grassroots sehingga belum merata dan tepat sasaran, hal ini karena kurang ada pengakuan warga lokal secara menyeluruh,” tambahnya.

Peran dan pembinaan dari berbagai pihak baik pemerintah, akademisi, maupun swasta misalnya dari LSM dan dunia usaha perlu ditingkatkan. Pembinaan, seyogyanya, diberikan dengan lengkap dari berbagai tahapan pembangunan, disertai pendampingan, dan penting tetap dengan pemantauan yang berkesinambungan meskipun sudah dilepas atau dalam konteks exit program.  Hal tersebut sangat perlu karena seringkali masyarakat belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni dalam melakukan tahapan-tahapan tersebut untuk optimalisasi partisipasi mereka. “Masyarakat hendaknya juga lebih berperan serta secara aktif pada program KRA, tetapi masyarakat sebaiknya mampu menggagas dan menciptakan kegiatan-kegiatan kreatif tanpa pendanaan besar atau low budget namun tepat sasaran dan bermanfaat untuk tercapainya tujuan program KRA,” tutupnya.

Humas@UWM


Share Berita