Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) perlu memperkuat kolaborasi lintas sektor dan jejaring internasional untuk meningkatkan mutu serta daya saing perguruan tinggi swasta. Kolaborasi juga menjadi salah satu prasyarat penting dalam memperoleh akreditasi Unggul.
Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Widya Mataram (UWM), Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., dalam Kongres AFEBSI di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/10). Kongres yang dibuka Gubernur DKI Jakarta itu diikuti lebih dari 170 peserta yang mewakili fakultas ekonomi perguruan tinggi swasta dari berbagai wilayah Indonesia.
“Kolaborasi itu keniscayaan pada era yang sangat terbuka ini. Apalagi, kerja sama internasional juga menjadi prasyarat memperoleh akreditasi Unggul,” kata Prof. Edy yang juga Ketua Dewan Pakar AFEBSI.
Menurutnya, AFEBSI yang telah memasuki usia lima tahun perlu memperluas kemitraan tidak hanya antarperguruan tinggi, tetapi juga dengan pemerintah dan dunia usaha. Langkah tersebut penting untuk memperkuat posisi tawar anggota AFEBSI sekaligus meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan pembangunan dan dunia kerja.
Prof. Edy juga menekankan peran AFEBSI dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Fakultas ekonomi dan bisnis, menurutnya, dapat berkontribusi melalui pengembangan pemikiran, rekomendasi kebijakan, serta kolaborasi yang mendukung peningkatan pendapatan per kapita, pengurangan kemiskinan dan kesenjangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia juga mengingatkan bahwa bonus demografi tidak otomatis menjadi keuntungan bagi Indonesia apabila tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja.
“Masalahnya lapangan kerja terbatas, sehingga banyak tenaga kerja produktif tidak terserap. Akibatnya, bonus demografi tersebut bisa berubah menjadi musibah atau bencana demografi,” ujarnya.
Karena itu, sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha diperlukan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus memperluas kesempatan kerja. Fakultas ekonomi dan bisnis dinilai memiliki posisi strategis dalam mendorong kompetensi, kewirausahaan, inovasi, dan relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja.
Dalam Kongres AFEBSI tersebut, Dr. Achmad Rozi juga disepakati kembali memimpin AFEBSI untuk periode lima tahun ke depan. Rangkaian kongres selanjutnya berlangsung di Hotel Peninsula Jakarta.
Kongres menjadi momentum konsolidasi AFEBSI untuk memperkuat jejaring nasional dan internasional serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi swasta dalam mendukung daya saing pendidikan tinggi dan pencapaian Indonesia Emas 2045.